Pelanggaran Lalu Lintas di Trenggalek Didominasi Pengendara di Bawah Umur, Operasi Patuh Semeru 2025 Catat 7.382 Kasus

28 Jul 2025 - 21:17
Pelanggaran Lalu Lintas di Trenggalek Didominasi Pengendara di Bawah Umur, Operasi Patuh Semeru 2025 Catat 7.382 Kasus
Kasatlantas AKP Sony Suhartanto saat memimpin apel pasukan (suparni/afederasi.com)

Trenggalek, (afederasi.com) – Operasi Patuh Semeru 2025 yang digelar selama dua pekan sejak 14 hingga 27 Juli resmi berakhir. Selama pelaksanaan operasi, Polres Trenggalek berhasil mencatat penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas meski jumlah pelanggaran justru mengalami peningkatan.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki melalui Kasatlantas AKP Sony Suhartanto menjelaskan, dalam operasi ini pihaknya menindak total 7.382 pelanggaran. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.382 pelanggar dikenai sanksi tilang dan 4.000 lainnya diberikan teguran.

"Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka pelanggaran meningkat tiga persen dari 7.165 kasus menjadi 7.382. Namun peningkatan ini juga menunjukkan kinerja yang lebih masif dan terukur dalam menindak pelanggar lalu lintas," ungkap AKP Sony.

Ironisnya, pelanggaran paling banyak masih didominasi oleh pengendara di bawah umur, yakni mencapai 2.004 pelanggaran. Sementara itu, pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan tercatat sebanyak 783, tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman sebanyak 437, serta melawan arus sebanyak 158 pelanggar.

"Fakta ini harus menjadi refleksi bersama. Masih maraknya pelanggaran oleh pengendara di bawah umur menunjukkan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini," tegasnya.

Dari sisi jenis kendaraan, pelanggaran paling banyak terjadi pada kendaraan roda dua sebanyak 3.223 unit. Disusul oleh mobil barang 99 unit dan mobil penumpang 60 unit.

Meski jumlah pelanggaran meningkat, kabar baik datang dari sisi kecelakaan lalu lintas. Angkanya tercatat turun drastis sebesar 47 persen. Jika pada tahun 2024 terdapat 15 kejadian kecelakaan, maka pada tahun ini hanya tercatat 8 kejadian dengan korban luka ringan sebanyak 15 orang.

"Korban didominasi oleh karyawan swasta sebanyak 10 orang, mahasiswa dan pelajar 3 orang, serta profesi lainnya 2 orang," tambahnya.

AKP Sony juga menegaskan bahwa meskipun operasi telah selesai, upaya untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas akan terus ditingkatkan.

"Operasi ini menjadi evaluasi penting untuk memperkuat langkah preemtif dan preventif, terutama bagi kalangan remaja dan pengendara muda. Ke depan kami akan merumuskan pendekatan yang lebih efektif agar kesadaran masyarakat semakin meningkat dan Kamseltibcarlantas dapat terwujud," pungkasnya.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow