Pelajar SMAN 1 Situbondo Demo, Minta Kepala Sekolah Mundur Dari Jabatan

04 Jan 2024 - 20:31
Pelajar SMAN 1 Situbondo Demo, Minta Kepala Sekolah Mundur Dari Jabatan
Suasa sekolah SMAN 1 Situbondo (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo,(afederasi.com) - Siswa - siswi SMAN 1 (Smasa) Situbondo melakukan aksi demontrasi meminta kepala sekolah untuk mundur dari jabatannya, dikarenakan adanya kontradiksi tentang kebijakannya, Kamis (4/1/2024).

Mereka melakukan beberapa aksi yang dilakukan mulai dari menggunakan payung dengan simbol para siswa mulai kepanasan dengan adanya penebangan pohon pohon di area sekolah.

Dan memasang poster di setiap kaca jendela kelas dengan berbagai tulisan keluh kesah para siswa-siswi sebagai bentuk protes keras terhadap kebijakan ekstra kurikulum pendidikan yang dilakukan oleh kepala sekolah, hingga menyuarakan aksinya di aula gedung sekolah.

Fadil salah satu siswa SMAN 1 Situbondo mengatakan, dirinya sangat kecewa dengan semua kebijakan kepala sekolah, seperti pohon yang sudah baik ditebang dengan alasan yang tidak jelas.

"Kami satu suara untuk meminta kapala sekolah turun dari jabatannya karena telah menghilangkan kultur kultur Semasa yang kita jaga dari dulu. Dan karena kebijakan tersebut banyak yang mengeluh dan merugikan karena para guru kita juga banyak yang di intimidasi dan lain lainnya,” ujarnya 

Fadil juga mengatakan, jadi para siswa bergerak untuk menyuarakan para guru yang merasa terintimidasi dan gerakan para siswa berharap ke depannya lebih baik lagi dan tidak perlu merubah banyak kultur, karena menurutnya Sekolah SMAN 1 Situbondo mempunyai banyak keistimewaan tersendiri.

“Salah satu contoh kegiatan malam seperti ekstra yang kita hanya bisa beristirahat 4 jam saja, mulai jam satu ada ektra jam lima ada lagi, itulah yang membedakan Smasa dengan sekolah lainnya. Mulai dia (Kepsek) datang, dia yang mengubah semuanya marching band yang menjadi icon Smasa dan membawa nama Smasa sampai tingkat internasional kini dihilangkan secara paksa dan pintar membolak-balikkan fakta terhadap masyarakat luas,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 1 Situbondo Marta Mila Sugesti mengatakan, jika dirinya sengaja meminta mengumpulkan semua para siswa sebagai wujud demokrasi dimana dirinya memberikan kesempatan untuk mau bicara mau mengapresiasikan pendapatnya karena bagaimanapun mereka itu adalah anak-anak didiknya.

“Untuk pohon sendiri kenapa di tebang karena cuaca extream hujan pohon itu tumbang kita juga sudah koordinasi pihak Dinas untuk memilih pohon yang di tebang, dan untuk masalah guru yang pindah kami tidak tahu karena bukan kewenangan kami, itupun terjadi kami baru ada disini juga,” ungkapnya.

lebih jauh Marta Mila menjelaskan tentang kegiatan Drum Band dirinya mengatakan tidak bisa berkegiatan malam dikarenakan banyak wali murid tidak setuju.

“Alasan kami menjaga keselamatan siswa dan yang kedua menjaga capeknya anak anak karena esok hari harus kembali belajar, orang tua juga sudah kami ajak bicara untuk bisa berkomunikasi dengan kami, ya banyak yang tidak setuju,” tutupnya.(vya)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow