Pekerja Tambang Tewas Tertimbun Bongkahan Batu Longsor di Gunung Kapur Gresik

01 Jun 2025 - 18:31
Pekerja Tambang Tewas Tertimbun Bongkahan Batu Longsor di Gunung Kapur Gresik
Seorang pekerja tambang di Gunung Kapur Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik tewas akibat tertimbun bongkahan batu longsor saat melakukan aktivitas penambangan. (Miftahul Arif/ afederasi.com)
Pekerja Tambang Tewas Tertimbun Bongkahan Batu Longsor di Gunung Kapur Gresik

Gresik, (afederasi.com) - Seorang pekerja tambang tewas akibat tertimbun bongkahan batu longsor saat melakukan aktivitas penambangan batu di Gunung Kapur Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Korban yang diketahui bernama Alimin (55), warga Desa Cangaan, Kecamatan Ujungpangkah meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). 

Informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa tragis itu terjadi pada Jum'at (30/5/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu korban bersama putranya berangkat bekerja menambang batu kapur dengan mengendarai sebuah truk berwarna kuning setelah melaksanakan Sholat Jum'at. 

Sesampainya di lokasi kejadian, korban langsung memotong bebatuan menggunakan alat gergaji mesin. Namun tak lama kemudian, terdengar suara reruntuhan, anak korban dan beberapa pekerja yang ada di sekitar lokasi sempat mengingatkan, namun korban tetap tidak bergeser dan melanjutkan pekerjaan. 

“Ada suara runtuh itu sopir sudah lari, dan anak korban dan beberapa pekerja lain sempat mengingatkan, namun korban tetap melanjutkan pekerjaan. Tidak lama kemudian terjadi insiden longsor, sopir truk dan pekerja lain selamat, tetapi korban tertimbun longsor,” kata Hida, salah satu warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian, Minggu (1/6/2025). 

Ia mengungkapkan bahwa bapak dua anak tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian, setelah tertimpa bongkahan batu-batu besar. Pria yang dikenal pendiam itu sehari-hari bekerja sebagai penambang baru bata bersama seorang putranya di Gunung Kapur Banyuurip. 

“Korban memang biasanya bekerja bersama anaknya dan pekerja lain, satu tik biasanya empat sampai lima orang,” terangnya. 

Kapolsek Ujungpangkah Iptu Suwito Saputro ketika dikonfirmasi membenarkan adanya tragedi longsor maut yang menewaskan seorang pekerja tambang batu di Gunung Kapur Banyuurip. Kasus tersebut kini ditangani oleh Polres Gresik. 

“Iya benar, untuk lebih jelasnya konfirmasi ke Polres saja, karena ditangani Polres,” ucapnya singkat.

Menanggapi insiden longsor maut di lokasi tambang yang menelan korban seorang pekerja tersebut, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir mengaku telah menerima beberapa informasi perihal polemik yang terjadi di area tambang. 

“Mau kita evaluasi, terutama terkait aktivitas penambangan yang sampai menelan korban jiwa. Apalagi disinyalir banyak tambang yang tidak ada izinnya, akan kita kaji lebih mendalam dalam waktu dekat,” tegasnya. 

Termasuk, lanjut Syahrul, polemik lahan-lahan pasca aktivitas penambangan yang terbengkalai dan tidak kunjung dilakukan reklamasi atau pemulihan sesuai aturan yang berlaku. Sehingga menjadi masalah serius terutama soal ancaman lingkungan, serta membawa dampak buruk terhadap masyarakat. 

“Karena Gresik ini kerusakan infrastruktur salah satunya karena aktivitas penambangan, dan pemulihan itu tanggungjawab perusahaan atau pelaku usaha. Maka ini harus segera kita evaluasi,” pungkasnya. (Mif)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow