Mycoplasma Pneumonia Meningkat di Beberapa Negara, Gejala dan Penanganan yang Perlu Diketahui

Belakangan ini, kasus mycoplasma pneumonia pada anak-anak mengalami peningkatan signifikan, menyebabkan kekhawatiran di beberapa Negara.

06 Dec 2023 - 12:24
Mycoplasma Pneumonia Meningkat di Beberapa Negara, Gejala dan Penanganan yang Perlu Diketahui
gejala mycoplasma pneumonia pada anak (Freepik)

Jakarta, (afederasi.com) - Belakangan ini, kasus mycoplasma pneumonia pada anak-anak mengalami peningkatan signifikan, menyebabkan kekhawatiran di beberapa Negara.

Pneumonia yang disebut misterius ini, menyerupai situasi saat awal pandemi COVID-19, mengingatkan pada pentingnya pemahaman akan gejalanya.

Sejumlah laporan dari Kementerian Kesehatan Cina pada Senin (13/11/2023) menyebutkan bahwa kasus pneumonia misterius, terutama pada anak-anak, sedang melonjak, terutama di Tiongkok.

Tidak hanya di Tiongkok, kasus mycoplasma pneumonia juga tercatat meningkat di Indonesia.

Kasus mycoplasma pneumonia pada anak-anak menimbulkan pertanyaan tentang gejala yang perlu diwaspadai.

"Apa saja gejala mycoplasma pneumonia pada anak?" pertanyaan ini menjadi penting untuk dijawab guna memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Sebagai informasi dasar, mycoplasma pneumoniae adalah sejenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi mulai dari ringan hingga serius. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri ini dapat merusak sistem pernapasan, dan penyebarannya bisa melalui kontak langsung.

Sebelum mengetahui gejala yang perlu diwaspadai, penting untuk memahami apa itu mycoplasma pneumonia. Menurut berbagai sumber, mycoplasma pneumoniae adalah bakteri yang umumnya menyebabkan infeksi di sistem pernapasan, bisa ringan atau serius yang memerlukan perawatan khusus.

Penyebaran penyakit ini melibatkan kerusakan pada tenggorokan, paru-paru, dan batang tenggorokan. Adanya kontak langsung dengan individu yang terinfeksi menjadi salah satu cara penularannya.

Pada umumnya, seseorang yang terinfeksi bakteri mycoplasma pneumoniae akan menunjukkan beberapa gejala umum, seperti sakit tenggorokan, batuk yang berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan, mudah lelah, demam, dan sakit kepala.

Namun, perlu diperhatikan bahwa anak-anak di bawah usia 5 tahun yang terpapar infeksi ini biasanya akan mengalami gejala berbeda, termasuk bersin, hidung berair atau tersumbat, mata berair, muntah, mengi, dan diare.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk mengatasi penyebaran mycoplasma pneumoniae. Surat Edaran Nr: PM.03.01/C/4632/2023 yang diterbitkan pada 27 November 2023 berisi tentang "Kewaspadaan Terhadap Kejadian Mycoplasma Pneumonia di Indonesia."

Kementerian Kesehatan juga mendorong fasyankes dan pintu masuk negara untuk aktif melaporkan temuan kasus pneumonia melalui saluran yang disediakan. Terbaru, ribuan balita di Jakarta diduga terjangkit penyakit ini, dan Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Rismasari, mengonfirmasi bahwa upaya penindakan sudah dilakukan.

"Kasus Pneumonia kebanyakan menyerang kelompok balita. Hingga akhir November 2023, ada 2.310 balita yang terkena sakit tersebut," kata Risma seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com pada Rabu (6/12/2023).

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menggunakan masker ketika berada di tempat umum guna mencegah penyebaran penyakit ini yang semakin mengkhawatirkan.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow