Meriah! Event Jombang Urban Noise 2026 Sukses Jadi Pusaran Energi Anak Muda

30 Apr 2026 - 20:22
Meriah! Event Jombang Urban Noise 2026 Sukses Jadi Pusaran Energi Anak Muda
Ratusan anak muda dari berbagai komunitas urban memadati Cafe Nest Coffee pada gelaran Event Jombang Urban Noise 2026, Kamis (30/4/2026).(Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Suasana sunyi khas kedai kopi di jantung Kota Jombang berubah drastis menjadi lautan energi. Ratusan anak muda dari berbagai komunitas urban memadati Cafe Nest Coffee pada gelaran Event Jombang Urban Noise 2026, Kamis (30/4/2026) sore.

Hentakan papan skate, deru sepeda BMX, goresan kuas mural, hingga alunan musik alternatif berpadu menjadi satu dalam kolaborasi bertajuk '76 Urban Noise'. Acara ini membuktikan bahwa subkultur anak muda di Kota Santri hidup, bergerak, dan terus berkarya.

Enam Komunitas Local Bersatu, Slogan "Yang Penting Heppiii" Jadi Jiwa Acara

Acara yang dimulai pukul 18.00 WIB ini dibuka dengan Open Gate yang langsung disambut antusiasme tinggi. Para pengunjung tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi juga menjadi bagian dari pertunjukan.

Perwakilan dari Djarum, Edi Purwanto (akrab disapa Mas Pur) menjelaskan bahwa fase pertama Event Jombang Urban Noise 2026 mengusung semangat "Yang Penting Heppiii".

"Ada enam komunitas lokal yang berkolaborasi: skateboard, BMX, mural, musik, JMX, hingga stand up comedy. 76 Urban Noise menjadi bukti bahwa anak muda Jombang punya ruang berekspresi," ujar Edi di sela-sela acara, Kamis (30/4/2026).

Aksi Ekstrem hingga Kolaborasi Panggung Meriahkan Malam

Rangkaian acara dimulai dengan aksi ekstrem para atlet skateboard dan BMX yang bergantian menunjukkan trik memukau di area ramp. Di sudut lain, para seniman mural menuangkan imajinasi secara langsung di kanvas besar, disaksikan publik.

Suasana kemudian berganti hangat dengan sesi stand up comedy yang mengundang tawa riuh. Puncak kemeriahan terjadi saat gelaran musik alternatif dimulai.

Band-band lokal seperti Futuria, The Frontlines, Creazy Poison, Waven, dan Jelly Choco sukses membius pengunjung dengan aliran rock dan urban.

"Kami ingin menciptakan ruang ekspresi bebas dan menyenangkan. Di sini tidak ada batasan," imbuh Mas Pur.

Tanpa diduga, sesi "76 All Star" menjadi momen paling epik. Seluruh musisi yang tampil diajak naik panggung untuk jam session bersama. Aksi simbolis ini menunjukkan bahwa perbedaan genre bukanlah penghalang untuk bersatu dalam harmoni.

Ketua Komunitas 76 Urban Jombang, Dikta Koko, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Djarum 76. Menurutnya, hanya 76 yang selama ini konsisten memfasilitasi ruang show off bagi anak muda.

"Apresiasi kami, terima kasih banget. Mungkin hanya 76 yang memfasilitasi komunitas anak muda saat ini, mulai dari musik, BMX, dan lain-lain. Anak-anak skateboard, musik, BMX pasti pengen show off. Nah, Djarum 76 yang mewadahi," kata Dikta.

Kesuksesan acara perdana ini tidak akan berhenti di sini. Dikta Koko menegaskan bahwa Event Jombang Urban Noise akan menjadi gerakan berkelanjutan.

"Setelah Urban Noise perdana ini, ada Urban Noise 2 dan masih banyak lagi. Setiap bulan ada tiga kegiatan ke depannya," pungkas Dikta.

Harapannya, kegiatan serupa dapat terus rutin digelar menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah aktualisasi diri bagi pegiat seni dan olahraga urban di Jombang.

"Di tengah hiruk-pikuk kota, masih ada ruang bagi kami untuk menjadi diri sendiri, berkarya, dan tentu saja, yang penting heppiii," tutupnya.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow