Main Hujan Berjuang Duka, Bocah Perempuan Ditemukan Meninggal Terseret Arus hingga 3 Km

04 Feb 2026 - 20:52
Main Hujan Berjuang Duka, Bocah Perempuan Ditemukan Meninggal Terseret Arus hingga 3 Km
Petugas gabungan mengevakuasi bocah perempuan yang meninggal usai terseret arus air selokan hingga 3 km saat bermain hujan. (Istimewa/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Hujan deras yang mengguyur Driyorejo, Gresik, Selasa sore (03/02/2026), berubah menjadi tragedi memilukan. Seorang bocah perempuan, Putri Dwi Jumrina Sari (8), hanyut terseret arus selokan saat bermain hujan bersama teman-temannya dan ditemukan meninggal dunia keesokan paginya setelah pencarian semalaman oleh tim gabungan. 

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Permata, Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo. Saat itu hujan turun cukup deras sehingga debit air di selokan meningkat dan arus menjadi lebih kuat dari biasanya. 

Korban diketahui bermain hujan bersama teman-temannya di sekitar selokan samping Masjid Miftahul Jannah sebelum diduga terpeleset dan jatuh ke aliran air.

Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram menjelaskan, kondisi cuaca saat kejadian memang hujan deras. Teman korban yang melihat kejadian tersebut langsung panik dan berlari memberi tahu orang tua mereka. 

"Informasi itu diteruskan kepada ibu korban yang saat itu sedang berjualan es degan di sekitar lokasi," ungkap Kompol Musihram.

Warga yang mengetahui kemudian melaporkan kejadian tersebut ke layanan darurat 112. Tidak lama berselang, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, serta unsur terkait lainnya tiba di lokasi untuk melakukan pencarian.

Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran selokan hingga beberapa kilometer. Namun hingga tengah malam, korban belum berhasil ditemukan meski tim sudah melakukan penyisiran sejauh kurang lebih 3 kilometer dari titik awal korban terjatuh. 

Setelah pencarian dilanjutkan keesokan harinya, korban akhirnya ditemukan pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Tubuh korban ditemukan tersangkut di area rawa dengan jarak sekitar 3 kilometer dari lokasi awal dalam kondisi sudah meninggal dunia.

"Jasad korban kemudian dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut," ujar Kompol Musihram.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang sebelumnya ikut membantu proses pencarian.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat musim hujan. 

Pasalnya, aliran air di selokan maupun saluran drainase dapat berubah menjadi sangat deras dan berbahaya dalam waktu singkat. 

Selain itu, warga diminta lebih waspada terhadap potensi bahaya lingkungan saat cuaca ekstrem terjadi, mengingat wilayah Gresik beberapa hari terakhir juga dilanda cuaca ekstrem.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow