Kisah Tragis Yesa: Diduga Dianiaya dan Ditenggelamkan, Kasus Kematian Tak Wajar Terkuak di Ketapang

Kematian tragis seorang bocah perempuan bernama Yesa di Ketapang, Kalimantan Barat, pada Kamis (23/11/2023) akhirnya menggemparkan masyarakat setelah jasadnya ditemukan mengenaskan di belakang rumah orang tua asuhnya.

07 Dec 2023 - 12:37
Kisah Tragis Yesa: Diduga Dianiaya dan Ditenggelamkan, Kasus Kematian Tak Wajar Terkuak di Ketapang
Kasus kematian bocah Yesa kini ramai diperbincangkan. (Instagram/brigitamina)

Ketapang, (afederasi.com) - Kematian tragis seorang bocah perempuan bernama Yesa di Ketapang, Kalimantan Barat, pada Kamis (23/11/2023) akhirnya menggemparkan masyarakat setelah jasadnya ditemukan mengenaskan di belakang rumah orang tua asuhnya. Korban yang berusia 7 tahun ini diduga menjadi korban penganiayaan secara terus menerus sebelum akhirnya ditenggelamkan.

"Kematian Yesa ini sangat mencurigakan. Kami merasa ada yang tidak beres dan segera melaporkannya ke Polres Ketapang untuk diselidiki," ujar orang tua kandung korban seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Pihak Polres Ketapang segera memulai penyelidikan setelah mendapat laporan dari keluarga kandung Yesa. Ibu angkat korban, SST, mengakui bahwa ia menemukan Yesa tenggelam di rawa belakang rumah pada malam hari. Namun, fakta bahwa Yesa masih hidup saat diangkat dari air, namun meninggal tak lama kemudian, menambah kecurigaan terhadap kematian yang tak wajar ini.

Kecurigaan semakin meningkat ketika Polres Ketapang memanggil 7 orang saksi, termasuk orang tua asuh korban, dalam rangka penyelidikan. Adanya manipulasi cerita dari ibu angkat Yesa membuat polisi semakin tegas dalam mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian tragis tersebut.

"Kami akan memastikan keadilan untuk Yesa. Semua saksi, termasuk orang tua asuhnya, akan kami periksa secara intensif," kata Kapolres Ketapang.

Setelah lebih dari satu minggu penyelidikan, Kapolres Ketapang, AKBP Tommy Ferdian, menetapkan 7 orang sebagai tersangka pada Sabtu (2/12/2023). Hasil investigasi menunjukkan bahwa ibu angkat Yesa, SST, menjadi pelaku utama penganiayaan terhadap bocah malang itu. 

"Ibu angkat Yesa, SST, melakukan kekerasan terhadap korban sejak tahun 2021. Kekerasan tersebut tidak hanya sekali, tetapi berulang kali," ungkap AKBP Tommy Ferdian dalam konferensi pers.

Fakta tragis pun terkuak, di mana Yesa sering kali menjadi korban kekejaman keluarga asuhnya. Ia disiksa, dijemur, dipukul, ditendang, bahkan disiram air panas oleh orang tua asuh dan karyawan keluarga. Kedua orang tua asuh dan karyawan terlibat dalam penyiksaan tersebut.

Kekejaman keluarga asuh tidak hanya sebatas penyiksaan fisik, tetapi juga melibatkan hukuman yang sangat kejam. Yesa pernah hampir babak belur setelah dihukum dengan cara dipukul menggunakan tang. Nasib malang Yesa ini selalu ditutupi oleh keluarga asuh agar tidak diketahui keluarga kandungnya.

Keterangan polisi mengungkapkan bahwa ibu asuh, SST, sengaja menenggelamkan Yesa di parit atau rawa. Tindakan ini dilakukan dengan maksud menutupi jejak penganiayaan dan membuat kematian Yesa terlihat seperti kecelakaan tenggelam.

"Kini, ketujuh tersangka yang telah ditahan dihadapkan pada ancaman hukuman 15 tahun penjara," tambah Kapolres Ketapang, AKBP Tommy Ferdian.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow