Kisah Aipda Sandy: Dari Renovasi Musholla hingga Menginspirasi Sedekah Massal

05 Feb 2025 - 22:21
Kisah Aipda Sandy: Dari Renovasi Musholla hingga Menginspirasi Sedekah Massal
Proses renovasi Musholla Nurul Mustakim, (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) – Di tengah kesibukannya sebagai anggota Satreskrim Polres Tulungagung, Aipda Sandy justru menyisihkan waktunya untuk sesuatu yang berbeda: merenovasi musholla di lingkungannya dengan dana pribadi.

Musholla Nurul Mustakim, yang berada di Dusun Sindon, Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman, telah berdiri sejak 2007. Namun, bangunan tempat ibadah itu kini mulai menua. Atap yang bocor dan dinding yang retak membuat warga kurang nyaman beribadah, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Prihatin dengan kondisi tersebut, Aipda Sandy pun berinisiatif melakukan renovasi. “Ini mendekati bulan puasa, dan saya merasa perlu melakukan sesuatu. Musholla ini butuh perbaikan agar warga bisa beribadah dengan nyaman,” ujarnya, Rabu (5/2/2025).

Renovasi dimulai pada Minggu (2/2/2025). Awalnya, ia hanya berniat memperbaiki bagian yang rusak dengan dananya sendiri. Namun, inisiatifnya menarik perhatian warga sekitar. Dukungan pun mengalir, hingga akhirnya masyarakat menunjuknya sebagai Ketua Panitia Renovasi Musholla Nurul Mustakim.

“Masyarakat ikut membantu, baik dengan tenaga maupun donasi. Ini benar-benar menjadi gerakan bersama,” ungkapnya.

Renovasi difokuskan pada perbaikan atap yang bocor akibat kayu penyangga genteng yang lapuk. Bagian serambi, tempat wudhu, dan dinding musholla juga ikut diperbaiki agar lebih kokoh dan nyaman.

Lebih dari 100 warga turun tangan dalam renovasi ini. Tak hanya itu, lima anggota polisi asal Papua yang beragama non-Muslim juga ikut membantu sebagai bentuk solidaritas dan toleransi antarumat beragama.

“Ini bukan sekadar renovasi musholla, tapi juga bentuk kebersamaan. Teman-teman saya dari Papua yang berbeda keyakinan pun turut membantu. Ini bukti bahwa kita bisa hidup rukun dalam keberagaman,” kata Sandy.

Saat ini, renovasi sudah memasuki tahap pemasangan keramik tempat wudhu, pemasangan tandon air, dan pengecatan dinding musholla.

Selain bantuan tenaga, warga juga mulai berdonasi dalam bentuk material seperti pasir dan semen. Hal ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih kuat di tengah masyarakat.

“Renovasi ini bukan hanya tentang bangunan, tapi juga tentang semangat berbagi dan kebersamaan. Saya bersyukur banyak warga yang ikut bersedekah demi musholla ini,” pungkas Sandy.

Dengan perbaikan ini, masyarakat Dusun Sindon kini bisa menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih tenang. Tak ada lagi kebocoran yang mengganggu shalat tarawih, tak ada lagi dinding yang rapuh. Yang ada hanyalah semangat kebersamaan dalam ibadah dan kebaikan.(riz/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow