Kementerian Perindustrian Gencarkan Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja

Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) terus berupaya meningkatkan daya saing industri dengan fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) industri.

14 Dec 2023 - 09:07
Kementerian Perindustrian Gencarkan Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja
Ilustrasi. Kemenperin terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas SDM industri untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja nasional.

Jakarta, (afederasi.com) - Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) terus berupaya meningkatkan daya saing industri dengan fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) industri.

 "Kemenperin terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas SDM industri untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja nasional," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Dalam pencapaian target tersebut, Kemenperin telah berhasil melatih 38,387 tenaga kerja industri melalui program pelatihan SDM dan pendidikan vokasi industri. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan sebesar 18,6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sebagaimana dijelaskan dalam keterangan tertulis oleh Menteri Perindustrian.

Sejak awal tahun 2023, BPSDMI telah menyelenggarakan 666 pelatihan untuk 32,714 peserta di berbagai provinsi di Indonesia.

"Diklat mencakup berbagai sektor, seperti makanan dan minuman, pengelasan, furnitur, animasi, digital marketing, hingga tekstil," ungkap Kepala BPSDMI, Masrokhan. 

Peningkatan sebesar 21% dari tahun sebelumnya mencerminkan komitmen Kemenperin untuk memperluas cakupan pelatihan.

Program Diklat 3 in 1 menjadi salah satu inovasi untuk memberdayakan tenaga kerja industri. Peserta diklat dapat memperoleh tiga manfaat sekaligus, termasuk pelatihan skill, sertifikat kompetensi yang berlaku di dunia kerja, dan peluang penempatan kerja. Langkah ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif pada peningkatan daya saing dan kesejahteraan tenaga kerja industri.

Sertifikat kompetensi menjadi elemen kunci dalam mendukung peningkatan daya saing tenaga kerja industri. BPSDMI memfasilitasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari 7 sektor industri, dengan total 4212 fasilitasi sertifikasi kompetensi hingga November 2023. "Sertifikat profesi adalah bukti konkret akan kompetensi dan kualifikasi pekerja," ujar Masrokhan .

Kemenperin juga menitikberatkan pada peningkatan kualifikasi pekerja melalui penyusunan 4 Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) dan 4 Rancangan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (RKKNI).

Inisiatif ini menciptakan standar yang jelas mengenai kemampuan kerja, keterampilan, dan sikap yang relevan dengan tugas dan syarat jabatan.

Guna mencetak generasi baru tenaga kerja industri yang berkualitas, BPSDMI Kemenperin menyelenggarakan pendidikan melalui 9 SMK, 11 Politeknik, dan 2 Akademi Komunitas di seluruh Indonesia.

Hingga tahun 2023, Politeknik dan akademi komunitas Kemenperin berhasil mencetak 5.673 lulusan, dengan tingkat penyerapan pekerjaan mencapai 87,34% bagi lulusan SMK dan 74,04% bagi lulusan politeknik dan akademi komunitas.

Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) menjadi daya tarik bagi siswa dan mahasiswa, dengan total 31.211 pendaftar sepanjang tahun 2023. Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 5% dari tahun sebelumnya. Melalui JARVIS, Kemenperin berhasil menerima 6.559 siswa dan mahasiswa untuk tahun ini.

BPSDMI Kemenperin tidak hanya menitikberatkan pada tenaga kerja industri, tetapi juga memberikan pembinaan, pendidikan, dan pelatihan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenperin. Hingga saat ini, 618 ASN Kemenperin telah mengikuti diklat guna meningkatkan kualitas pelayanan yang prima bagi masyarakat.

Untuk mendukung kualitas pendidikan dan vokasi, BPSDMI Kemenperin menjalin kerja sama dengan berbagai mitra, baik dari dalam maupun luar negeri. Hingga saat ini, sudah tercapai 18 kerja sama berupa MoU atau perjanjian kerja sama, termasuk dengan pihak-pihak seperti ASTM International (Amerika Serikat), Jeonbuk Digital Convergence Center (Korsel), Foshan Polytechnic (RRT), dan The State Secretariat for Economic Affairs of the Swiss Confederation (Swiss).

Mitra ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memajukan pendidikan dan vokasi di Indonesia.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow