Kementan Tekankan Pentingnya Sistem Irigasi dalam Mencapai Target Produksi Beras 35 Juta Ton

Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan target produksi beras sebesar 35 juta ton pada musim panen mendatang.

19 Oct 2023 - 14:37
Kementan Tekankan Pentingnya Sistem Irigasi dalam Mencapai Target Produksi Beras 35 Juta Ton
Kejar Produksi 35 Juta Ton, Kementan Andalkan Strategi Irigasi. (Dok: Kementan)

Jakarta, (afederasi.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan target produksi beras sebesar 35 juta ton pada musim panen mendatang. Untuk mencapai target ambisius ini, Kementan menekankan pentingnya fungsi sistem irigasi pertanian yang harus berjalan dengan optimal dan memberikan pasokan air yang memadai kepada seluruh sawah.

Plt Menteri Pertanian (Mentan) Arief Prasetyo Adi menjelaskan bahwa setiap daerah di Indonesia mempunyai tanggung jawab yang sama dalam memastikan ketersediaan beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Oleh karena itu, Kementan akan memberikan penghargaan atau reward bagi para petugas dinas pertanian di seluruh Indonesia yang mampu mencapai produksi beras yang cukup. Selain itu, bantuan fasilitas irigasi yang berkualitas akan diberikan untuk memastikan proses penanaman tidak terhambat.

"Kementerian Pertanian akan memberikan reward bagi saudara-saudara kita di dinas pertanian di seluruh Indonesia yang mampu memproduksi beras dalam jumlah yang mencukupi. Selain itu, fasilitas irigasi yang berkualitas akan memastikan kelancaran proses tanam," kata Plt. Mentan Arief pada Rabu (18/10/2023) seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Untuk mencapai target tersebut, Arief juga meminta agar Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) berkolaborasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah dan instansi lainnya untuk menjamin pengairan yang cukup, ketersediaan pupuk, optimalisasi lahan tidur agar dimanfaatkan secara maksimal, serta tindakan lain yang diperlukan.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil, menjelaskan bahwa upaya Kementan mencapai target produksi beras ini melibatkan pengembangan sumber air alternatif dan pengembangan sistem irigasi hemat air atau efisiensi penggunaan air dalam irigasi.

"Kita harus memastikan ketersediaan air di tingkat usaha tani sebagai suplemen untuk air irigasi tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Salah satu caranya adalah meningkatkan muka air dan memaksimalkan pemanfaatan air dari berbagai sumber, seperti mata air, air hujan/run off, sungai, dan sumber air lainnya yang digunakan sebagai suplemen air irigasi," jelas Ali seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Ali juga menekankan bahwa program irigasi pertanian ini merupakan langkah penting dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Pada tahun 2023, Kementan mengalokasikan pembangunan 500 embung dengan total luas 10.000 hektare, 629 unit pompa untuk irigasi lahan seluas 12.580 hektare, serta 250 unit pipa untuk 5.000 hektare lahan. Program rehab Jaringan Irigasi Tertier tahun 2023 juga mencakup 1.713 unit untuk mengairi lahan seluas 85.650 hektare.

Semua upaya ini dilakukan dengan semangat partisipatif dan gotong royong, melibatkan kelompok tani dalam pembangunan infrastruktur irigasi pertanian. Program irigasi ini membantu mengatasi dampak perubahan iklim serta meningkatkan ketersediaan air untuk irigasi, yang pada gilirannya akan mendukung pencapaian target produksi beras nasional.

Upaya Kementan ini adalah langkah yang penting dalam memastikan ketersediaan beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional dan mengatasi tantangan akses air irigasi di seluruh Indonesia. Dengan semangat gotong royong dan kerja sama, Kementan bersama seluruh stakeholders berupaya untuk mencapai target produksi beras yang ambisius. (mg-1/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow