Kasus Tusuk Cilok, Tim Khusus Periksa 156 Siswa Didampingi Orang Tuanya
AKBP Adhytia lebih lanjut menjelaskan, pemeriksaan psikologi korban dicolok tusuk cilok untuk mengetahui kondisi kejiwaan sekaligus sebagai trauma healing bagi korban.
Gresik, (afederasi.com) - Kantor Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik mendadak ramai. Pasalnya kantor desa tersebut dijadikan tempat untuk pemeriksaan terhadap 156 saksi dari siswa SDN dalam kasus siswi SDN dicolok tusuk pentol cilok, Selasa (19/09/2023).
Semua siswa dimintai keterangan korp baju colekat dengan didampingi orang tuanya. Selain siswa yang diperiksa, penyidik juga memerika tetangga korban, pihak guru, dan dokter ahli.
Sementara itu, korban SAH (8) juga telah menjalani pemeriksaan psikologi di RS Bhayangkara Surabaya. Kendati demikian, polisi mengungkapkan hasil visum yang dikeluarkan oleh RSUD Ibnu Sina tidak ditemukan pendarahan pada mata korban.
“Pada pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter tidak ditemukan pendarahan pada sobekan mata dan hasil visum pelendir bola mata dalam keadaan normal. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, Selasa (19/09/2023).
AKBP Adhytia lebih lanjut menjelaskan, pemeriksaan psikologi korban dicolok tusuk cilok untuk mengetahui kondisi kejiwaan sekaligus sebagai trauma healing bagi korban.
Pihak kepolisian tambah AKBP Adhytia untuk DVR CCTV juga sudah meminta bantuan Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur agar bisa diangkat data rekamannya pada saat kejadian yang tidak ditemukan.
"Meski pada titik-titik yang ada kamera CCTV tidak mengarah langsung pada titik lokasi kejadian, namun siapa tahu setelah data DVR diangkat bisa diketahui lewat lorong-lorong yang mungkin dilalui korban," ujar AKP Adhytia.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan menambahkan, saat ini sudah ada 12 saksi dan saksi ahli yang telah dipanggil dalam kasus tusuk cilok. Saksi ahli yang dipanggil itu merupakan dokter spesialis mata.
Aldhino juga mengatakan tim khusus yang dibentuk untuk mengungkap kasus tusuk cilok yang menjadi atensi ini terus bekerja. Tim saat ini juga tengah memeriksa sebanyak 156 siswa - siswi teman korban. Dalam pemeriksaan ini, masing- masing siswa didampingi orang tuanya dan dilakukan di balai desa setempat.
"Yang kita tanya kepada orang tuanya biar orang tuanya sendiri yang bertanya pada anaknya. terkait yang mereka tahu dan menyaksikan saat kejadian pada tanggal 7 Agustus lalu," beber AKP Aldhino.
Sedangkan terkait penyebab korban tusuk cilok mengalami kerusakan atau penurunan penglihatan, pihaknya belum bisa memastikan. Kepastiannya masih menunggu hasil MRI (Magnetic Resonance Imaging).
“Penyebab korban mengalami penurunan penglihatan atau buta, bisa dilihat dari pemeriksaan MRI pada tanggal 26 September nanti,” pungkasnya. (frd)
What's Your Reaction?



