Kasus Kebakaran di Tulungagung Meningkat Tajam, Didominasi Korsleting Listrik

05 Feb 2025 - 18:55
Kasus Kebakaran di Tulungagung Meningkat Tajam, Didominasi Korsleting Listrik
Kasus kebakaran di Kabupaten Tulungagung, (rizki /afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Kasus kebakaran di Kabupaten Tulungagung mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir. Dibandingkan tahun 2023, jumlah kebakaran di 2024 melonjak hingga 7 persen, dengan mayoritas penyebabnya adalah korsleting listrik dan kelalaian manusia.

Kasi Operasional dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMKP) Tulungagung, Bambang Pidekso, mengungkapkan bahwa selama tahun 2024 tercatat 103 kasus kebakaran, di mana tiga di antaranya berskala besar, sementara sisanya masuk dalam kategori kecil hingga sedang.

"Jumlah ini meningkat cukup tajam dibandingkan tahun 2023 yang hanya mencapai 89 kasus. Tren kenaikan ini mencapai 7 persen," ujar Bambang, Rabu (5/2/2025).

Angka kebakaran tahun 2024 juga menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Faktor utama yang diduga mempengaruhi peningkatan ini adalah fenomena El Niño dan musim kemarau panjang, yang membuat lingkungan lebih rentan terhadap kebakaran.

Bambang menambahkan, sebagian besar kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik serta kelalaian manusia, seperti meninggalkan perangkat elektronik dalam kondisi menyala saat rumah kosong.

"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam pemasangan instalasi listrik. Sebaiknya dilakukan oleh tenaga ahli dan tidak dipasang secara mandiri," tegasnya.

Terkait respons penanganan kebakaran, Bambang mengklaim bahwa mayoritas kejadian di Tulungagung dapat ditangani dengan cepat. Hal ini karena sebagian besar kasus terjadi di wilayah perkotaan dengan jarak tempuh kurang dari 15 kilometer dari markas pemadam.

"Dari total kejadian sepanjang 2024, tingkat response time kami mencapai lebih dari 90 persen. Ini sesuai dengan standar pelayanan minimum (SPM)," jelasnya.

Meski demikian, ada beberapa kecamatan yang masih menjadi tantangan dalam pemenuhan SPM, yakni Kecamatan Rejotangan, Bandung, dan Besuki. Namun, beruntungnya, angka kejadian kebakaran di wilayah tersebut tergolong minim sepanjang tahun 2024.

Dengan tren kebakaran yang terus meningkat, kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan dari risiko kebakaran menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah insiden serupa di tahun-tahun mendatang.(riz/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow