Kasus Dugaan Pembunuhan Sadis, Belum Ada Tersangka Polisi Naikkan ke Tahap Penyidikan

21 Mar 2024 - 23:14
Kasus Dugaan Pembunuhan Sadis, Belum Ada Tersangka Polisi Naikkan ke Tahap Penyidikan
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan.(Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Kasus dugaan perampokan berujung kematian sadis ibu muda Wardatun Toyyibah alias Datun masih menjadi perbincangan hangat berbagai pihak. Pasalnya, hingga kini jajaran Kepolisian Polres Gresik belum menetapkan tersangka atas peristiwa sadis yang merenggut nyawa agen BRI Link tersebut.

Namun begitu pihak kepolisian Polres Gresik telah menaikkan status ke tahapan penyidikan. Kuat dugaan, perempuan berusia 28 tahun asal Desa Ima’an Kecamatan Dukun, Gresik itu, menjadi korban perampokan pada Sabtu (16/03/2024) lalu. 

Meski dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, masih menyisakan misteri, namun petugas terus melakukan pendalaman. Mulai dari pengakuan suami korban Mahfud yang tidak mengetahui atas peristiwa yang menimpa istrinya meski saat kejadian juga ada dirumah. Hingga tempat kejadian perkara yang sudah rusak, lantaran korban sudah dimandikan dan tempat kejadian perkara yang sudah bersih.

“Saat kejadian, suami mengaku tertidur dan tidak tahu ciri-ciri pelaku. Hal inilah yang sedang kami dalami,” ungkap Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, Kamis (21/03/2024).

Akan tetapi, lanjut KP Aldhino berkat pemeriksaan para saksi-saksi. Pihaknya mulai berhasil mendapatkan titik terang terkait kronologi pasti peristiwa yang sempat menghebohkan warga sekitar tersebut. Mulai dari putri korban, tetangga, saksi lainnya yang berada di sekitar lokasi maupun akses masuk jalan ke rumah korban.

“Sudah naik penyidikan, saat ini kami masih berusaha menggali keterangan lainnya. Tim masih terus bekerja untuk mengungkap kasus tersebut,” jelas AKP Aldhino.

Alumnus Akademi Polisi (Akpol) 2019 tersebut, masih enggan berkomentar lebih jauh tentang proses penyidikan itu.

“Perkembangannya akan segera kami sampaikan secara lengkap. Untuk saat ini, kami memohon waktu untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tandasnya.

Sebelumnya, petugas kepolisian Polres Gresik sempat mengalami kesulitan dalam proses penyidikan. Salah satunya dari pengakuan suami korban Mahfud yang merupakan saksi kunci mengaku tidak mengetahui pasti peristiwa yang menimpa istri dan anaknya meski dalam satu rumah  

Mahfud bahkan sempat berasumsi bahwa istrinya saat kejadian melakukan perlawanan ketika tahu ada perampok menyatroni rumahnya. Dia juga menyebut, sempat mengira bahwa istrinya merupakan korban bunuh diri.

“Saya belum tahu motifnya apa. Ternyata saya lihat di loker uang sudah hilang. Uang senilai hampir Rp 160 juta dan handphone saya hilang,” jelas Mahfud.

Kendala lainya lantaran pihak keluarga juga  membersihkan seluruh tempat kejadian perkara hingga petugas kesulitan menggali petunjuk. (frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow