Kali Keempat Lahan Gunung Budeg Kembali Terbakar, 20 Hektare Lahan Terbakar

25 Sep 2023 - 17:25
Kali Keempat Lahan Gunung Budeg Kembali Terbakar, 20 Hektare Lahan Terbakar
Kondisi lahan Gunung Budeg ketika di cek oleh petugas, (ist)
Kali Keempat Lahan Gunung Budeg Kembali Terbakar, 20 Hektare Lahan Terbakar

Tulungagung, (afederasi.com) - Kembali, Gunung Budeg di Desa Tanggung, Kecamatan Boyolangu, menjadi saksi kebakaran yang telah terjadi kali keempat di bulan September ini.

Kebakaran terbaru tercatat pada Senin, (25/9/2023), menjadikan lahan di Gunung Budeg semakin rawan terhadap ancaman api.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Budeg, Agus Utomo, mengungkapkan bahwa kebakaran kali ini terjadi sejak siang tadi, sekitar pukul 11.00 WIB, dan melanda lahan seluas sekitar 7 hektare di lereng bagian barat Gunung Budeg. Kebakaran tersebut berjarak hanya 40 meter dari pemukiman warga.

Menanggapi situasi darurat ini, Pokdarwis bersama dengan petugas dari Perhutani, Camat, Kapolsek, Kades, dan warga setempat bersatu dalam upaya pemadaman api.

"Pemadaman dilakukan secara manual (Digepyoki) karena lokasi kebakaran berada di dataran tinggi yang sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran," jelas Agus pada Senin, 25 September 2023.

Proses pemadaman yang dilakukan secara manual memakan waktu yang cukup lama untuk memastikan bahwa api benar-benar telah padam. Terutama karena lokasi kebakaran sangat dekat dengan pemukiman warga yang terdiri dari 40 rumah.

Agus menduga bahwa kebakaran ini mungkin disebabkan oleh tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab yang sengaja membakar lahan di Gunung Budeg. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengidentifikasi pelaku dan membawa mereka ke pertanggungjawaban.

"Kami yakin ini perbuatan manusia, meskipun tujuannya belum jelas, apakah sengaja dibakar atau untuk tujuan lain, namun yang pasti pelaku harus ditangkap agar tidak mengulangi perbuatannya," tegasnya.

Peristiwa kebakaran ini merupakan yang keempat kalinya terjadi di Gunung Budeg selama bulan September. Kebakaran pertama terjadi tiga minggu yang lalu dan telah menghanguskan total luas lahan sekitar 20 hektare.

Agus menambahkan bahwa lahan hutan di Gunung Budeg yang terbakar adalah kawasan hutan lindung dan konservasi yang harus dijaga dengan baik. Gunung Budeg memiliki luas lahan sekitar 44 hektare yang termasuk dalam daftar hutan lindung atau kawasan konservasi.

"Iklim kemarau seperti ini sebenarnya selalu menjadi tantangan. Namun, tahun lalu tidak ada kebakaran karena tidak ada musim kemarau yang berarti," tandasnya.(riz/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow