Inspirasi Al Fatih: Pemimpin Muda Bisa Menaklukkan Tantangan Besar

Ketua Mahkamah Konsitusi (MK), Anwar Usman, mengangkat isu penting mengenai batasan usia untuk calon presiden dan wakil presiden.

13 Oct 2023 - 13:15
Inspirasi Al Fatih: Pemimpin Muda Bisa Menaklukkan Tantangan Besar
Muhammad Al Fatih. [Google Images]

Jakarta, (afederasi.com) - Ketua Mahkamah Konsitusi (MK), Anwar Usman, mengangkat isu penting mengenai batasan usia untuk calon presiden dan wakil presiden. Dalam mengupas hal ini, ia membawakan contoh nyata, Muhammad Al Fatih, yang pada usia yang masih muda, 16 tahun, diangkat menjadi pemimpin perang oleh Rasulullah.

Saat memberikan kuliah umum di sebuah kampus di Semarang pada 9 September 2023, Anwar menyampaikan pandangannya bahwa tak ada halangan bagi pemimpin muda, mengacu pada Muhammad Al Fatih yang sukses menaklukkan Konstantinopel, membuka jalan baru, dan mengubahnya menjadi Istanbul. Pencapaian ini memberikan inspirasi bahwa usia bukanlah penghalang bagi seorang pemimpin. 

Muhammad Al Fatih, lahir dengan nama Muhammad II, merupakan sosok pemimpin yang diangkat menjadi panglima perang pada usia yang muda, seperti diilustrasikan oleh Anwar Usman. Dia adalah keturunan Arab Dinasti Turki Utsmani dan telah mendapat pendidikan yang sangat baik sejak kecil, diberikan oleh orang tua dan ulama terkemuka.

Sejak dini, Al Fatih telah mendapatkan bimbingan agar menjadi pemimpin yang tangguh. Ia telah menguasai berbagai bidang ilmu, termasuk ilmu agama dan strategi perang. Keberhasilannya dalam menaklukkan Konstantinopel pada usia muda merupakan bukti dari persiapan yang matang dan bimbingan yang baik.

Kemenangan gemilang Muhammad Al Fatih dalam menaklukkan Konstantinopel menandai akhir dari abad pertengahan. Dengan persiapan yang baik dan kebijaksanaannya sebagai pemimpin, Al Fatih membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih prestasi besar. Ia berhasil memimpin pasukannya selama 50 hari dalam pengepungan wilayah barat dan laut, menciptakan penanda sejarah.

Setelah kemenangan tersebut, Al Fatih membangun banyak fasilitas penting, seperti masjid, sekolah, dan tempat pemandian. Warisan kebesarannya termasuk Masjid Sultan Muhammad II dan Jami' Abu Ayyub Al-Anshari, yang memperkuat kehadiran Islam dan peradaban Utsmaniyah di wilayah tersebut.

Muhammad Al Fatih, yang kemudian diberi gelar Sultan Muhammad Al Fatih, adalah sosok sultan yang saleh dan berilmu tinggi. Dalam kehidupannya, ia menunjukkan keteguhan dalam menjalankan ajaran agama Islam, mempelajari berbagai bahasa, dan berusaha untuk memperluas wilayah kekuasaannya.

Meskipun mencita-citakan untuk menaklukkan Roma, Italia, Al Fatih wafat pada usia 50 tahun sebelum cita-citanya tercapai. Namun, keinginan untuk meninggalkan warisan yang baik bagi keluarga dan rakyatnya tetap ada dalam surat wasiatnya, memastikan agar nilai-nilai agama dan keadilan selalu dijunjung tinggi. Al Fatih, dengan kepemimpinannya yang bijaksana, memberi inspirasi bagi para pemimpin muda untuk mengikuti jejaknya dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow