HUT PKDI ke-2 di Gresik, Wagub Emil Dorong Tekankan Kemandirian Fiskal Desa Jatim

16 Jan 2026 - 02:04
HUT PKDI ke-2 di Gresik, Wagub Emil Dorong Tekankan Kemandirian Fiskal Desa Jatim
Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak saat menyerahkan kue ultah hari desa Nasional di Warung Kae Ujungpangkah Gresik( Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong desa-desa di Jawa Timur untuk semakin mandiri secara fiskal serta adaptif terhadap berbagai penyesuaian kebijakan keuangan pemerintah. Menurutnya, kemandirian desa menjadi kunci keberlanjutan pembangunan sekaligus penguatan ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Emil saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) sekaligus Hari Desa, yang digelar di Warung Kae, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Rabu (15/01/2026).

Dalam acara tersebut, Emil didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto. Ribuan kepala desa dari berbagai daerah di Jawa Timur tampak hadir mengikuti kegiatan tersebut.

Emil menegaskan, desa memiliki peran strategis dalam mendukung dan menyukseskan program nasional. Ia menilai, desa merupakan entitas pemerintahan yang paling memahami kebutuhan, potensi, serta arah pembangunan wilayahnya sendiri.

“Desa paling paham bagaimana membangun desanya sendiri. Artinya, paradigma saat ini bukan Membangun Desa tapi Desa membangun,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa forum PKDI tidak boleh menjadi sarana komunikasi satu arah, melainkan wadah aspirasi bagi para kepala desa untuk menyampaikan gagasan, masukan, hingga persoalan yang dihadapi di lapangan.

“Tujuannya bukan komunikasi satu arah. Ini adalah wadah aspirasi,” tegas Emil.

Terkait kebijakan Dana Desa (DD), Emil mengakui adanya tantangan dalam proses penyesuaian, terutama karena harus disinergikan dengan berbagai program nasional. Namun demikian, ia mengapresiasi dukungan PKDI terhadap kebijakan tersebut.

“Penyesuaian yang membutuhkan masa transisi memang tidak mudah. Ada program nasional yang harus kita sukseskan bersama, dan PKDI telah menunjukkan dukungannya,” kata Emil.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tambah Emil, memiliki tanggung jawab memastikan proses penyesuaian kebijakan berjalan dengan baik. Ke depan, lanjut Emil, tidak semua program pusat harus melalui Dana Desa, karena sebagian bisa disalurkan langsung melalui kementerian atau lembaga, dengan desa sebagai lokasi pelaksanaan.

Selain itu, Emil menyoroti peran strategis Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diharapkan terintegrasi dan menjadi penggerak utama perekonomian desa.

“KDMP dan BUMDes harus saling terhubung, sehingga benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PKDI Jawa Timur Syaifullah Mahdi mengatakan, peringatan Hari Desa menjadi momentum untuk membangkitkan optimisme di tengah tantangan fiskal yang sedang dihadapi desa.

“Di saat kondisi fiskal desa kurang baik, kita tetap optimis menuju kemandirian. Kita terus membangun desa dengan mendukung program-program yang ada,” ujarnya.

Untuk memperkuat komunikasi dan solidaritas antar kepala desa, PKDI Jawa Timur berencana menggelar pertemuan rutin setiap bulan yang digilir di setiap kabupaten.

“Forum ini bisa menjadi wadah alternatif untuk saling berbagi pengalaman dan berdiskusi terkait pembangunan desa,” pungkas Syaifullah. (frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow