HKTI Kota Malang Berjuang di Tengah Keterbatasan Lahan dan Tantangan Pasar

25 Jul 2025 - 20:22
HKTI Kota Malang Berjuang di Tengah Keterbatasan Lahan dan Tantangan Pasar
Pengurus HKTI Kota Malang usai dilantik di Halaman Grahadi Gubernur Jatim, Surabaya, Jawa Timur. (HKTI for afederasi.com)

Malang, (afederasi.com)  - Di tengah kian menyempitnya ruang hijau dan laju cepat alih fungsi lahan, HKTI Kota Malang justru menyalakan bara semangat baru untuk pertanian urban. Organisasi petani tertua ini kini dipimpin Arifin, sosok yang langsung mengarahkan HKTI Kota Malang untuk bergerak lebih strategis dalam menghadapi perubahan lanskap pertanian kota.

Dalam pernyataan usai pelantikannya, Arifin menyebut tantangan yang dihadapi HKTI Kota Malang tak sekadar teknis, tapi juga struktural. “Alih fungsi lahan terus terjadi, pasar makin kompetitif, dan regenerasi petani berjalan lambat. Tapi HKTI Kota Malang tidak akan menyerah pada keadaan,” ujarnya, Kamis (24/7/2025), seraya menegaskan bahwa organisasi ini hadir untuk memperkuat posisi petani, bukan sekadar menjadi penonton perubahan.

Langkah konkret pun dirancang. HKTI Kota Malang menyusun strategi berbasis pertanian urban: memanfaatkan lahan sempit di tengah permukiman padat, memperkuat kelembagaan petani, dan membuka akses pasar melalui kanal digital. Dengan kata lain, HKTI Kota Malang menolak tunduk pada keterbatasan, dan memilih jalan inovasi.

Inovasi yang dimaksud bukan wacana kosong. HKTI Kota Malang mendorong pengembangan pertanian organik, teknologi hidroponik, serta sistem vertikultur yang ramah lingkungan. Di sisi lain, pelatihan kewirausahaan digalakkan sebagai upaya menarik minat generasi muda agar kembali melirik sektor pertanian — sebuah langkah penting yang selama ini luput dari perhatian banyak pihak.

Pemerintah Kota Malang pun memberi angin segar. Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyebut HKTI Kota Malang sebagai mitra strategis dalam menyusun kebijakan publik yang berpihak pada petani. “Kunci pertanian di kota adalah kreativitas dan adaptasi. Kami siap berkolaborasi dengan HKTI Kota Malang untuk menciptakan sistem yang adil dan berkelanjutan,” ucapnya.

Lebih dari sekadar organisasi tani, HKTI Kota Malang kini sedang bertransformasi menjadi motor perubahan. Di bawah Arifin, HKTI Kota Malang tak hanya bicara tentang pupuk dan panen, melainkan juga tentang ruang hidup, kedaulatan pangan, dan keadilan ekologis.

“Pertanian bukan hanya urusan desa. Kota juga harus menanam. HKTI Kota Malang ingin menunjukkan bahwa pertanian bisa tumbuh dari lahan sempit, di sela beton, dengan semangat besar,” ujar Arifin menutup wawancara — pernyataan yang mencerminkan tekad untuk tidak sekadar bertahan, tapi maju dengan kepala tegak. (red) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow