Hingga Pertengahan 2024, Damkar : 43 Kejadian Kebakaran di Tulungagung

31 Jul 2024 - 12:30
Hingga Pertengahan 2024, Damkar : 43 Kejadian Kebakaran di Tulungagung
Kejadian kebakaran Kandang ayam di Kecamatan Ngunut, (rizki /afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) - Kurun waktu Januari hingga Juli 2024, puluhan kejadian kebakaran terjadi di Kabupaten Tulungagung. Jumlah kerugian terbanyak mencapai Rp 8 Milyar.

Mayoritas kebakaran yang terjadi selama ini disebabkan lantaran human eror atau kelalaian manusia. 

Kasi Operasi dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso menjelaskan, sejak bulan Januari 2024 sampai dengan Juli 2024, ada sebanyak 43 peristiwa kebakaran. Bahkan, mayoritas kasusnya terjadi pada wilayah perkotaan Tulungagung. 

Secara rinci, wilayah perkotaan yang dimaksud yakni wilayah Kecamatan Tulungagung dan Kecamatan Boyolangu masing-masing ada sebanyak delapan peristiwa kebakaran.

Selain itu, di wilayah Kecamatan Kedungwaru sudah ada sebanyak enam peristiwa kebakaran yang terjadi selama 7 bulan terakhir.

"Berdasarkan data damkar, selama 7 bulan terakhir ada 43 kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Tulungagung. Mayoritasnya ada di wilayah kota," jelas Bambang Pidekso, Rabu, (31/7/2024).

Rinciannya, dari 19 kecamatan yang ada di Tulungagung, 43 kasus kebakaran tersebut terjadi pada 13 kecamatan, seperti Kecamatan Ngantru, Ngunut, Campurdarat, Pakel, dan Kauman masing-masing satu peristiwa. Lalu ada Kecamatan Sumbergempol, Kalidawir dan Gondang masing-masing tiga peristiwa.

Kemudian ada Kecamatan Bandung dengan total dua peristiwa kebakaran, serta Kecamatan Rejotangan dengan total sebanyak empat peristiwa kebakaran. Sedangkan 6 Kecamatan sisanya, seperti Pucanglaban, Besuki, Tanggunggunung, Pagerwojo, Karangrejo dan Sendang belum ada laporan peristiwa kebakaran. 

"Hampir semua kecamatan di Tulungagung sudah terjadi kebakaran, kecuali 6 kecamatan saja. Rata-rata kebakaran terjadi pada bangunan seperti rumah, pabrik atau kandang," ungkapnya.

Terkait penyebabnya, didominasi peristiwa kebakaran dikarenakan human eror, seperti lupa mematikan api tungku hingga membakar sampah sembarangan. Akibatnya, api dengan mudah merembet mengenai bahan yang mudah terbakar, hingga mengakibatkan api cepay membesar.

Sedangkan untuk peristiwa kebakaran dengan skala besar, tercatat sudah ada dua peristiwa yang terjadi menimpa toko gerabah di Kecamatan Sumbergempol dan kandang ternak ayam di Kecamatan Ngunut. Bahkan, kebakaran kandang ternak ayam kerugian mencapai Rp 8 milyar. 

"Kami menghimbau agar masuarakat selalu lebih waspada bila beraktivitas yang besinggungan dengan api dan jika menyalakan api lebih baik ditunggu sampai api benar- benar padam," pungkasnya. (riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow