Harga Gula dan Cabe di Banyuwangi Naik, Masyarakat Keluhkan Mahalnya Bahan Pokok

20 Nov 2023 - 17:47
Harga Gula dan Cabe di Banyuwangi Naik, Masyarakat Keluhkan Mahalnya Bahan Pokok
Petugas Pasar Genteng 1, saat memantau dan mencatat sejumlah harga bahan pokok (Sahroni/afederasi.com).

Banyuwangi, (afederasi.com) - Harga bahan pokok di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali mengalami kenaikan. Kali ini, kenaikan harga dialami oleh gula dan cabai-cabain. Kenaikan harga ini, mulai dirasakan oleh masyarakat, Senin (20/11/2023).

Berdasarkan data pantauan harga di Pasar Genteng 1, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, harga gula pasir mencapai Rp17.000 per kilogram yang sebelumnya hanya berkisar diharga Rp14.000. Sedangkan untuk harga Cabai-cabain, cabai merah besar dibuka dengan harga Rp55.000, cabai rawit Rp80.000 dan cabai hijau Rp48.000 per kilogram. 

"Kenaikan harga terjadi pada cabe, gula dan beras. Namun, untuk ketersediaan barangnya dari ketiga bahan tersebut aman," kata Koordinator Pasar Genteng 1, Tulus Haryo Prayudi melalui staf pencatat harga, Arief Kurniawan. 

Arief menambahkan, harga beras dengan kualitas premium dijual Rp14.500, medium Rp12.700 dan beras Bulog oleh pedagang dijual dengan harga Rp10.900 per kilogram.

Sementara untuk harga bahan pokok lain masih stabil. Telur dibuka dengan harga Rp26.000 per kilogram, sedangkan untuk daging sapi dijual Rp120.000, ayam potong Rp32.000 dan ayam kampung dijual Rp80.000 per kilogram. 

"Untuk ketersediaan semua bahan pokok di Pasar Genteng 1, sangat aman. Tidak ada kekurangan stok," jelasnya. 

Sementara itu, kenaikan harga gula dan cabai-cabain yang terjadi pada beberapa hari terakhir mulai dikeluhkan oleh warga.

Seperti yang diungkapkan, pedagan es asal Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Misroi. Pihaknya harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli bahan pokok gula yang setiap hari digunakan untuk berjualan. 

"Gula naik, jadi saya harus mengeluarkan biaya lebih. Dulunya stabil, sekarang tiba-tiba naik menjadi 17 ribu," kata Misroi.

Kenaikan sejumlah harga bahan pokok banyak disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain faktor cuaca, faktor produksi, dan faktor permintaan.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, telah berupaya untuk mengendalikan kenaikan harga bahan pokok, antara lain dengan melakukan operasi pasar dan memberikan subsidi. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil mengendalikan kenaikan harga bahan pokok. (ron)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow