Gugur Dalam Bertugas, Polri Berikan Penghargaan Satu Tingkat untuk Bripka Andik Purwanto

Gugur Dalam Bertugas, Polri Berikan Penghargaan Satu Tingkat untuk Bripka Andik Purwanto
Proses pemberangkatan jenazah Aipda Anumerta Andik Purwanto dari rumah duka ke peristirahatan terakhir (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) - Kepolisian Republik Indonesia memberikan penghargaan satu tingkat menjadi Aipda Anumerta kepada Bripka Andik Purwanto anggota Bhabinkamtibmas Polsek Sumbergempol di Polres Tulungagung, yang telah gugur dalam menjalankan tugas pengamanan pertandingan sepak bola Arema Malang melawan Perbebaya Surabaya, pada Sabtu (1/9/2022). 

Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto menjelaskan, sebelumnya Polres Tulungagung hendak mengirimkan 25 anggotanya untuk ikut menjaga keamanan laga kandang Arema Malang melawan Persebaya Surabaya, namun ada 3 anggota yang tidak dapat hadir karena berhalangan, maka dari itu ada 22 yang di berangkatkan.

"3 orang dalam kondisi tidak fir, sehingga berhalangan," jelas AKBP Eko, Minggu (2/9/2022). 

22 orang yang diberangkatkan mulai dari pangkat perwira dan bintara. Namun sayangnya, setelah laga tersebut selesai pada malam hari, pihaknya mendapatkan kabar jika salah satu anggotanya yakni Bripka Andik Purwanto gugur dalam pengamanan tersebut. 

Namun pihak Polres Tulungagung masih mencoba mencari kebenaran atas kejadian tersebut, setelah mencari informasi memang benar bahwa korban meninggal atas insiden tersebut. 

"Informasi didapat dari RS Bhayangkara," ungkapnya. 

Sedangkan untuk anggota lain yang bertugas dinyatakan selamat dan sudah kembali ke Tulungagung serta sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan. 

Disinggung apa penyebab kematian korban, Eko menjelaskan untuk kasus kematian korban, belum ada informasi pasti dan pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait hal itu.

"Untuk penyebab gugurnya Aipda Anumerta Andik Purwanto, nanti akan dirilis langsung oleh Kapolda Jawa Timur,"katanya. 

Atas gugurnya Aipda Anumerta Andik Purwanto, selain memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat, pihaknya juga memberikan pendampingan psikologis (Trauma Healing) terhadap keluarga korban maupun anggota yang telah menjalankan tugas di Malang. 

"Pihak Polres akan melakukan mapping, dan didapati selain anggota kami, rupanya juga ada 5 pelajar asal Tulungagung yang tewas di Malang," pungkasnya.(riz/dn)