Gubernur Khofifah Serahkan 7 Unit Rutilahu di Sidoarjo

Gubernur Khofifah Serahkan 7 Unit Rutilahu di Sidoarjo
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyerahkan bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) untuk tujuh keluarga di Desa Kedung Banteng, Kecamatan Tanggulangin, Kab. Sidoarjo. (ist)

Sidoarjo, (afederasi.com) - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyerahkan kunci rumah hasil bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) untuk tujuh keluarga di Desa Kedung Banteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Bersama Baznas Jatim dan Baznas Kabupaten Sidoarjo, Pemprov Jatim memberikan bantuan berupa rumah tinggal agar layak huni dengan anggaran untuk masing-masing rumah senilai Rp 23 juta. Tidak hanya itu masing-masing penerima manfaat juga masih mendapatkan tambahan bantuan perabotan senilai Rp 2,5 juta dari Gubernur Jatim.

Masing-masing penerima diketahui merupakan masyarakat yang tidak memiliki rumah tinggal maupun yang menjadi korban penggusuran bantaran sungai. Atas bantuan dari Baznas dan juga Pemprov Jatim maka mereka mendapatkan rumah dengan luas bangunan 4 m x 7 m, yang terdiri dari 2 kamar, 1 kamar mandi, dan ruang cuci.

"Kita ingin memberikan prioritas untuk membangun dari rumah tidak layak huni menjadi rumah tinggal layak huni. Ini bagian dari upaya bersama Baznas dan  Pemprov Jatim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas tempat tinggal," ucap Khofifah.

Setelah penyerahan, Gubernur perempuan pertama Jatim itu juga melihat secara langsung bagian dalam rumah tinggal layak huni yang telah dibangun. Ia memastikan rumah tersebut telah terpenuhi syarat dan kebutuhan dasar rumah yang sehat. Seperti memiliki ventilasi dan juga sanitasi yang baik,

"Alhamdulillah, nanti bapak dan ibu sudah bisa mulai menempati rumah yang layak huni dan insya Allah sehat," tegas Gubernur Khofifah.

Khofifah menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat ada tiga. Yaitu sandang, pangan dan juga papan. Terkait rumah tinggal, pemenuhan kebutuhan tersebut diupayakan bukan hanya tempat untuk berteduh dari panas dan hujan. Melainkan memenuhi standar kesehatan dan sanitasi yang baik.

"Ini program Pemprov Jatim dan juga Baznas. Kami berharap program ini memberikan manfaat bagi para penerima agar semakin nyaman menempati rumah tinggalnya, semakin rajin ibadahnya, putra putrinya juga semakin rajin belajar, dan semangat rajin bekerja," tegas Gubernur Khofifah.

Sampai saat ini pun, Pemprov Jatim dan juga Baznas terus melakukan penyisiran jika masih ada masyarakat yang dinilai layak untuk mendapatkan program bantuan rumah tinggal layak huni. Dengan harapan jalannya program ini turut mengungkit kesejahteraan warga masyarakat Jatim.

Sebelumnya, Gubernur Khofifah memang menggandeng Baznas Jatim untuk menyisir Rutilahu di kabupaten dan kota Jawa Timur. Bantuan bedah rumah dan pembangunan rumah ini pertama diberikan pada September 2021 silam, dengan lansia sebagai target sasaran.

Kini bukan hanya lansia tunggal, Khofifah juga memberi perhatian kepada unregistered people, dan menyisir anak anak yatim yang ditinggal oleh salah satu atau kedua orang tuanya karena Covid-19. (dn)