Dugaan Korupsi Pengadaan APD pada Masa Awal Covid-19 Diselidiki, Kemenkes Buka Suara
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan tanggapan terkait dugaan korupsi terkait pengadaan alat pelindung diri (APD) pada masa awal pandemi Covid-19, yang saat ini tengah diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Jakarta, (afederasi.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan tanggapan terkait dugaan korupsi terkait pengadaan alat pelindung diri (APD) pada masa awal pandemi Covid-19, yang saat ini tengah diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Siti Nadia Tarmizi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, menjelaskan bahwa dugaan korupsi terkait APD tersebut terjadi sebelum Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjabat.
"Sepamahaman kami ini terjadi sebelum Pak BGS sebagai menkes," ujar Siti Nadia kepada wartawan pada Jumat, 10 November 2023 seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Siti Nadia menegaskan bahwa Kemenkes akan mengikuti proses hukum yang berlaku terkait penyelidikan kasus tersebut. "Kita ikuti dulu prosesnya," tambahnya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
KPK saat ini tengah melakukan penyidikan terkait dugaan korupsi dalam pengadaan APD di lingkungan Kemenkes. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengungkapkan bahwa sudah ada sejumlah pihak yang menjadi tersangka dalam kasus ini.
"Pengadaan APD apakah sudah ada tersangka? Ya sudah ada. Itu sprindik juga sudah kami tanda tangani," kata Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Kamis (9/11/2023) seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Meskipun demikian, identitas tersangka belum diumumkan oleh KPK. "Dan nama-namanya sudah ada semua," ungkap Alex seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Pada tahun 2020, Kementerian Keuangan menambahkan anggaran untuk penanganan Covid-19, termasuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD). Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp 75 triliun digunakan untuk bidang kesehatan, termasuk pembelian APD, alat-alat kesehatan, peningkatan 132 rumah sakit rujukan Covid-19, serta insentif untuk tenaga medis. (mg-1/jae)
What's Your Reaction?



