Dokter Tifa Tuding Gibran Rakabuming Raka Gunakan Ijazah Palsu: Kontroversi Ijazah Insearch UTS

Pegiat media sosial Dokter Tifa telah melontarkan tudingan kontroversial terhadap Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, terkait penggunaan ijazah palsu.

16 Nov 2023 - 12:25
Dokter Tifa Tuding Gibran Rakabuming Raka Gunakan Ijazah Palsu: Kontroversi Ijazah Insearch UTS
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. (Suara.com/Alfian Winanto)

Jakarta, (afederasi.com) - Pegiat media sosial Dokter Tifa telah melontarkan tudingan kontroversial terhadap Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, terkait penggunaan ijazah palsu.

Dokter Tifa bahkan mengklaim bahwa anak sulung Presiden Jokowi tidak pernah berkuliah di Australia, melainkan hanya mengikuti kursus.

Tuduhan ini disampaikan melalui akun Twitter atau X, di mana ia membagikan tangkapan layar sebuah pemberitaan mengenai tanggapan Gibran terhadap isu ijazah palsu pada Oktober 2022.

"Sindir Dokter Tifa Perihal Ijazah Palsu, Gibran: Coba Fotonya Dianalisa Siapa Tahu Hasil Editan," demikian judul pemberitaan yang dibagikan oleh Dokter Tifa, seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Dalam cuitannya, Dokter Tifa menyoroti ijazah kursus Gibran dari Insearch UTS. "Bran @gibran_tweet, ijazah kursusmu dari Insearch UTS mana coba tak lihat. Insearch setahuku artinya program atau kursus untuk persiapan masuk UTS," tulis Dokter Tifa, menegaskan klaim bahwa Gibran hanya mengikuti kursus dan tidak memiliki ijazah S1.

Dokter Tifa tidak hanya berhenti pada tuduhan tersebut, melainkan juga menganalisa momen ketika Gibran menerima ijazah di Australia.

"Saya disuruh @gibran_tweet analisa foto ini. OK. Insearch UTS, program persiapan masuk University Technology Sidney. Dia keluarkan sertifikat kursus atau ya setara D1 lah," terangnya, menambahkan bahwa 'wisudawan' seharusnya merujuk pada penerima sertifikat kursus, bukan ijazah sarjana.

Cuitan kontroversial Dokter Tifa langsung menarik perhatian warganet, dengan lebih dari 15 ribu pembaca dan ratusan tanda suka.

Komentar-komentar warganet pun beragam, dengan beberapa mendukung tudingan Dokter Tifa dan menganggapnya sebagai langkah cerdik untuk mengungkap kebenaran.

"Mungkin diminta analisa foto wajah doank dok. Alhamdulillah Dokter Tifa pintar dan cerdik. Rakyat juga harus pintar jadi jangan mau dibohongi lagi," tulis salah satu warganet, menunjukkan dukungan terhadap upaya pengungkapan yang dilakukan oleh Dokter Tifa.

Sejumlah warganet juga mengecam Gibran, dengan menyatakan bahwa tindakan menggunakan ijazah palsu adalah bentuk pelanggaran serius.

"Ealah cuma kursus to? Begitu banyaknya sarjana-sarjana dengan pengalaman luar biasa dan proven, njeketek cawapres cuma kursus + jadi cawapres atas dasar pelanggaran berat pulak. Bagaimana mau diberkahi Allah, caranya jadi cawapres saja sudah ngakali. Naudzubillah," kecam seorang warganet, mencerminkan kecaman masyarakat terhadap tindakan yang dianggap merugikan kepercayaan publik.(mg-3/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow