Perubahan Jadwal LRT Jabodetabek Menuai Keluhan Penumpang
Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek, yang telah menjadi pilihan transportasi publik bagi banyak penumpang, baru-baru ini mengalami perubahan jadwal keberangkatan yang cukup drastis.
Jakarta, (afederasi.com) - Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek, yang telah menjadi pilihan transportasi publik bagi banyak penumpang, baru-baru ini mengalami perubahan jadwal keberangkatan yang cukup drastis. Dari jadwal sebelumnya yang beroperasi setiap 15 menit, LRT Jabodetabek kini hanya berangkat sekali setiap 60 menit atau 1 jam sekali. Perubahan ini telah menimbulkan keluh kesah di antara para penumpang yang mengandalkan LRT untuk perjalanan mereka.
Seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com pada Rabu, 1 November 2023, mencerminkan ketidakpuasan penumpang LRT Jabodetabek. Saat tiba di Stasiun Jatimulaya, Bekasi Timur, Jawa Barat, pukul 09.41 WIB, banyak penumpang dikecewakan karena diberitahu oleh petugas bahwa kereta berikutnya baru akan tiba dalam waktu 1 jam.
Beberapa penumpang terpaksa harus mencari alternatif transportasi, meninggalkan stasiun, dan mencari kendaraan yang lebih cepat. Namun, ada juga yang memilih untuk tetap bersabar dan menggunakan LRT Jabodetabek meskipun dengan jadwal yang telah berubah.
Ketika tiba di area tunggu kereta di lantai 2 stasiun, beberapa penumpang menjadi resah dan mulai bertanya kepada petugas tentang perubahan jadwal. Salah satu petugas menjelaskan bahwa perubahan ini terjadi karena adanya perbaikan rangkaian kereta. Maka, di luar jam berangkat dan pulang kerja, kereta LRT hanya beroperasi setiap 1 jam sekali.
Tim media sosial PT KAI Indonesia mengakui perubahan jadwal tersebut dan meminta pengertian dari penumpang. Mereka menjelaskan bahwa sejak 1 November 2023, ada beberapa perjalanan LRT yang dibatalkan, yang berdampak pada jadwal perjalanan yang baru. Meskipun ini disampaikan sebagai tindakan yang diperlukan, masih banyak penumpang yang merasa kecewa atas perubahan ini.
Beberapa penumpang merasa sangat kecewa dengan perubahan jadwal LRT Jabodetabek, terutama karena tidak ada informasi yang cukup mengenai perubahan ini sebelumnya. Mereka merasa bahwa peningkatan harga tiket seharusnya diiringi dengan perbaikan pelayanan dan ketersediaan kereta yang lebih cepat.
Namun, ada juga penumpang yang merespons perubahan ini dengan lebih santai. Mereka menganggap bahwa pelayanan LRT masih baik, meskipun jadwal berubah, dan menilai bahwa LRT merupakan alternatif yang lebih nyaman dibandingkan dengan beberapa opsi transportasi lainnya.
Keke, seorang penumpang LRT berusia 23 tahun, mengaku telah mengetahui perubahan jadwal LRT melalui media sosial, tetapi ia tetap merasa kesulitan karena jadwal yang diinginkannya menjadi terlambat. Keke juga menyadari bahwa tidak semua orang memiliki akses mudah ke informasi melalui media sosial, terutama bagi lansia.
Dalam kondisi yang cukup panas di area tunggu kereta LRT tanpa pendingin udara atau blower, perubahan jadwal yang panjang dan terbatas hingga jam 7 malam menjadi tantangan tersendiri bagi penumpang, terutama mereka yang harus bekerja hingga larut malam.
Menurut penelusuran suara.com, jadwal LRT Jabodetabek saat mengalami gangguan mulai dari pukul 9.30 WIB pagi akan beroperasi setiap 20 menit sekali. Namun, di atas jam tersebut, jadwal berubah menjadi sekali setiap satu jam, hingga pukul 15.00 WIB. Setelah itu, jadwal kembali normal dengan berangkat setiap 20 menit sekali. Perubahan ini menunjukkan tantangan dan penyesuaian yang harus dilakukan oleh penumpang LRT Jabodetabek dalam menghadapi perubahan jadwal yang tak terduga. (mg-3/jae)
What's Your Reaction?



