BCL dan Tiko Aryawardhana: Pro dan Kontra Seputar Pernikahan di Bali
Rencana pernikahan antara penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) dan Tiko Aryawardhana yang dijadwalkan pada Desember 2023 di Bali mendapat sorotan tajam.
Jakarta, (afaderasi.com) - Rencana pernikahan antara penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) dan Tiko Aryawardhana yang dijadwalkan pada Desember 2023 di Bali mendapat sorotan tajam. Meskipun momen bahagia ini ditunggu-tunggu, pro dan kontra terus berkembang, terutama terkait dengan kekhawatiran BCL tentang pilihan calon suaminya.
BCL, yang sebelumnya telah mengalami kehilangan suami pertamanya, Ashraf Sinclair, menyatakan kekhawatirannya terkait masa lalu Tiko yang berpisah dengan mantan istrinya, Arina Winarto, akibat masalah finansial.
"Dalam menjalani hubungan ini, saya tak ingin membuat kesalahan yang sama. Saya khawatir memilih calon suami yang mungkin tidak cocok untuk saya dan anak-anak," ujar BCL seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Namun, pertanyaan tentang kestabilan finansial Tiko Aryawardhana sebagai calon suami BCL dijawab dengan fakta yang mengejutkan. Ternyata, Tiko bukanlah sosok dengan pekerjaan biasa, melainkan seorang profesional di industri keuangan.
Dikutip langsung dari akun LinkedIn-nya, Tiko Aryawardhana bekerja sebagai Wealth Management di sebuah bank internasional terkemuka. Informasi ini memberikan gambaran bahwa Tiko memiliki posisi yang vital dan prestisius dalam dunia perbankan.
Menyelusuri lebih jauh, Tiko Aryawardhana terbukti memiliki latar belakang karier yang mengesankan di Standard Chartered Bank. Melalui dua jabatan yang pernah diemban, yaitu Wealth Market Sales dan Wealth Market Product and Sales, Tiko menunjukkan kompetensinya di bidang layanan Wealth Management.
Layanan ini, sebagaimana dijelaskan oleh sumber, dirancang untuk membantu pelanggan mengelola kekayaan mereka secara efektif dan efisien, melibatkan aspek-aspek seperti investasi, manajemen risiko, dan perencanaan keuangan.
Seiring dengan kehebohan seputar pernikahan mereka, identitas profesional Tiko Aryawardhana semakin terkuak. Dilansir dari laman rocketreach.co pada Rabu (29/11/2023), Tiko diakui sebagai seorang profesional berkompeten yang memiliki gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti periode 1999-2005.
Salah satu kutipan menyebutkan, "Dengan kecakapan luar biasa seperti Manajemen Portofolio, Modeling Finansial, Investasi Perbankan, Project Management, Perbankan, dan lain sebagainya, Tiko Aryawardhana berkontribusi banyak dalam industri ini."
Berdasarkan informasi tersebut, dapat diasumsikan bahwa gaji Tiko, yang masih aktif bekerja di Standard Chartered Bank, mencapai dua digit, berkisar antara Rp10 juta hingga Rp80 juta. Tak hanya gaji, bank juga menawarkan sejumlah benefit dan tunjangan kepada karyawan, seperti asuransi kesehatan dan jiwa, serta penggantian biaya pendidikan.(mg-2/jae)
What's Your Reaction?



