Disnaker, Pentingnya Bimtek Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Jombang, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) secara proaktif mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman dan sehat, sekaligus berkomitmen dalam penurunan angka stunting.
Langkah nyata ini diwujudkan dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disertai pemberian tablet tambah darah bagi pekerja perempuan di PT Anugerah Mutiara Luhur Indonesia Jaya (MPS Perak), pada Kamis (13/11/2025).
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jombang, Agus Purnomo, ini menekankan pentingnya perlindungan menyeluruh bagi setiap pekerja.
Agus Purnomo, yang hadir mewakili Bupati Jombang Warsubi, menyatakan bahwa K3 bukan hanya tentang kewajiban, tetapi merupakan investasi untuk meningkatkan produktivitas.
“Melalui Bimtek K3 ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh pekerja di Kabupaten Jombang mendapatkan perlindungan yang paripurna. Perlindungan itu diberikan melalui tuntunan, santunan, dan pengakuan atas hak-hak asasi mereka sebagai pekerja,” tegas Agus Purnomo dalam sambutannya.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, jajaran pejabat terkait Pemkab Jombang, dan Direktur MPS Perak Jombang.
K3: Pondasi Produktivitas dan Pencegahan Kecelakaan Kerja
Dalam paparannya, Sekdakab Agus Purnomo membeberkan tiga manfaat utama K3 bagi pekerja:
1.Memahami bahaya dan risiko dalam pekerjaannya.
2.Mengetahui langkah-langkah pencegahan kecelakaan kerja.
3.Memahami hak dan kewajibannya sesuai peraturan perundangan K3.
Materi Bimtek K3 ini disampaikan oleh dua narasumber kunci. Informasi seputar Kesehatan Kerja dibawakan oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Jombang, sementara aspek Keselamatan Kerja dijelaskan secara detail oleh Pengawas Ketenagakerjaan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Diharapkan, ilmu yang diperoleh peserta dapat disebarluaskan kepada rekan kerja, keluarga, dan masyarakat.
Agus Purnomo juga menegaskan bahwa Bimtek ini merupakan bentuk kolaborasi lintas dinas dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan. Fokusnya adalah pada upaya penanggulangan stunting, HIV/AIDS, TBC, dan Malaria.
“Berbagai upaya perlu dilakukan untuk menekan angka stunting, HIV/AIDS, TBC, dan Malaria. Upaya ini tidak hanya untuk pekerja wanita yang mempersiapkan pernikahan, kehamilan, atau memiliki balita, tetapi juga bagi pekerja pria agar dapat berkontribusi melalui keluarganya,” jelasnya.
Sebagai tindakan preventif dalam pencegahan stunting, Disnaker Jombang membagikan tablet tambah darah secara gratis kepada seluruh pekerja perempuan yang hadir. Langkah nyata ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Pemkab Jombang dalam menangani masalah kesehatan masyarakat.
Komitmen Jombang dalam penanganan stunting ini bahkan telah diakui secara nasional. “Alhamdulillah, Pemkab Jombang baru saja mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan sebagai Intervensi Spesifik Terbaik Regional I Tahun 2025 Tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia pada 12 November 2025,” pungkas Agus Purnomo menutup sambutannya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi perusahaan-perusahaan lain di Jombang untuk lebih memperhatikan aspek K3 dan kesehatan pekerja, khususnya perempuan, sebagai modal utama dalam membangun produktivitas dan kualitas sumber daya manusia yang unggul.(san)
What's Your Reaction?


