DBHCHT Jadi Mesin Pendorong Pelatihan Buruh Rokok Blitar
Blitar, (afederasi.com) – Program pelatihan buruh industri rokok yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar tahun ini bukan sekadar rutinitas teknis. Melalui dukungan DBHCHT, pelatihan itu dirancang sebagai strategi panjang untuk menguatkan daya saing sektor hasil tembakau di tengah tekanan regulasi dan persaingan pasar.
Pelatihan yang bersumber dari dana DBHCHT ini menyasar buruh rokok dari berbagai pabrik skala kecil hingga menengah, dengan materi yang menyentuh tiga ranah utama: pelintingan, penguatan SDM, serta manajemen keuangan dan pergudangan. Menurut Kepala Bidang Industri Disperindag, Temy Sevidiana, pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan riil pelaku industri di lapangan.
Disampaikan Temy, lewat alokasi DBHCHT, pihaknya mampu menggelar pelatihan pelintingan rokok sebanyak tiga tahap, pengembangan SDM dua tahap, dan manajemen satu tahap. “Pelatihan ini tidak hanya menyasar keterampilan teknis, tapi juga membentuk budaya kerja yang sehat dan adaptif,” ujarnya, Rabu (9/7/2025).
Pada aspek teknis, dana DBHCHT dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan pelinting rokok, terutama bagi tenaga kerja pemula. Kegiatan ini dipandang krusial untuk menjaga keberlanjutan sektor industri tembakau yang masih menyerap banyak tenaga kerja lokal, khususnya perempuan.
Sementara itu, pelatihan penguatan SDM juga menggunakan dana DBHCHT untuk membekali karyawan dengan soft skill seperti komunikasi tim, kepemimpinan, dan motivasi kerja. Hal ini dinilai penting agar produktivitas tidak hanya bertumpu pada keahlian manual, tapi juga kolaborasi antardivisi.
Pelatihan manajerial yang dibiayai oleh DBHCHT bahkan menyoroti titik lemah yang selama ini kurang mendapat perhatian: koordinasi lintas unit di dalam pabrik. Menurut Temy, efisiensi produksi hanya bisa dicapai jika tata kelola internal berjalan harmonis dan profesional.
Lebih dari sekadar transfer ilmu, seluruh kegiatan ini dihelat Disperindag bersama lembaga pelatihan berlisensi, yang pendanaannya disokong penuh oleh DBHCHT. Materi disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan SDM yang dilakukan awal tahun ini.
Dengan DBHCHT sebagai tulang punggung pendanaan, Pemkab Blitar berharap pelatihan ini menjadi katalis peningkatan mutu tenaga kerja dan keberlangsungan industri rokok lokal. “Ini bukan program karitatif. Ini investasi sumber daya manusia,” tegas Temy, (9/7/2025). (adv/kmf/ang)
What's Your Reaction?



