Dari Hobi ke Prestasi Dunia, Abyan Siswa SD 7 Tahun Juara Robot SUMO di Malaysia
Ini menjadi kado milad sekaligus Hari Pendidikan Nasional. Semoga bisa menginspirasi siswa lain untuk terus berkembang,” tambahnya.
Gresik, (afederasi.com) – Usia bukan penghalang untuk berprestasi. Di umur yang baru 7 tahun, Ahmad Abbyan Nabil Kurniawan sudah menorehkan capaian membanggakan di kancah internasional.
Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional 2026, siswa kelas 1 SD Muhammadiyah GKB 2 ini membawa pulang prestasi dari ajang robotik bergengsi di Malaysia.
Abbyan sukses meraih Juara 2 (Runner Up) kategori Robot SUMO 3 kilogram dalam Perak International Robot Competition 2026. Capaian ini tak bisa dipandang sebelah mata.
Dalam kompetisi tersebut, Abbyan harus bersaing dengan sekitar 1.300 peserta dari enam negara di Asia, mulai dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Jepang, Singapura hingga Turkiye. Tak hanya peserta seusianya, ia juga menghadapi kompetitor dari kalangan umum.
Di tengah ketatnya persaingan, robot rakitannya mampu tampil impresif baik dalam bertahan, menyerang, hingga menjatuhkan lawan di arena sumo robot.
Di balik prestasi tersebut, tersimpan kisah sederhana tentang hobi yang tumbuh sejak dini. Ketertarikan Abbyan pada dunia robotik berawal dari kebiasaannya melihat sang ayah, Rizki Kurniawan, merakit robot di rumah.
“Senang robot sejak kecil, karena sering lihat ayah otak-atik robot,” ucap Abbyan polos saat ditemui di sekolahnya, Senin (04/05/2026).
Minat itu kemudian diasah secara konsisten. Bersama ayahnya, Abbyan rutin berlatih, bereksperimen, dan mengikuti berbagai kompetisi, baik tingkat nasional maupun internasional.
Sebelumnya, ia juga sempat tampil di Turnamen All Japan Robot SUMO di Jepang pada Desember 2025.
Pihak sekolah menilai, capaian ini bukan sekadar soal piala, melainkan hasil dari proses pembinaan yang tepat.
Kepala sekolah, Farikha, menyebut kegiatan ekstrakurikuler robotik menjadi salah satu program unggulan yang cukup diminati siswa.
“Robotik ini melatih pola pikir, logika, dan problem solving anak. Saat ini ada sekitar 60 siswa yang ikut, meski jumlahnya sekitar 10 persen dari total siswa,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebut Farikha, siswa diperkenalkan pada dasar-dasar pemrograman, coding, hingga perakitan komponen robot sederhana.
Prestasi Abbyan pun menjadi kado istimewa di momen Hardiknas tahun ini.
“Ini menjadi kado milad sekaligus Hari Pendidikan Nasional. Semoga bisa menginspirasi siswa lain untuk terus berkembang,” tambahnya.
Capaian Abbyan menjadi bukti bahwa pembinaan sejak dini, dukungan keluarga, serta lingkungan sekolah yang suportif mampu melahirkan talenta hebat. Dari Gresik, langkah kecil seorang anak kini mulai bergema di panggung dunia.(frd)
What's Your Reaction?

