Oknum Guru SMPN 1 Lamongan Diduga Aniaya Siswa hingga Trauma, Polisi Turun Tangan

Kejadiannya memang benar terjadi di SMPN 1 Lamongan pada hari Kamis kemarin. Guru yang bersangkutan bernama Bapak Machrus. Beliau guru Bahasa Indonesia dan juga Guru Agama," ujar salah satu kerabat korban yang berinisial NI.

20 Apr 2026 - 06:12
Oknum Guru SMPN 1 Lamongan Diduga Aniaya Siswa hingga Trauma, Polisi Turun Tangan
Tampak Depan SMP Negeri 1 Lamongan. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Dunia pendidikan di Kabupaten Lamongan kembali tercoreng. Seorang oknum guru Bahasa Indonesia di SMPN 1 Lamongan berinisial MM diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap sejumlah siswa kelas 7 pada Kamis (16/04/2026). Ironisnya, meski pihak sekolah mengklaim telah menempuh jalan damai, kasus ini kini resmi bergulir di ranah hukum.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa aksi kekerasan tersebut dilakukan dengan dalih menegakkan kedisiplinan. Namun, tindakan fisik yang diberikan dinilai melampaui batas hingga menyebabkan luka lebam di tubuh korban dan menyisakan trauma mendalam bagi para siswa yang menyaksikan maupun yang menjadi korban.

MM, yang juga diketahui mengajar mata pelajaran Agama dan menjadi pengurus masjid sekolah, disebut-sebut memiliki rekam jejak temperamental. Sebelumnya, ia dikabarkan pernah melakukan aksi serupa hingga menimbulkan memar pada punggung murid, namun kasus tersebut berakhir damai.

"Kejadiannya memang benar terjadi di SMPN 1 Lamongan pada hari Kamis kemarin. Guru yang bersangkutan bernama Bapak Machrus. Beliau guru Bahasa Indonesia dan juga Guru Agama," ujar salah satu kerabat korban yang berinisial NI.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SMPN 1 Lamongan, Safiudin, awalnya sempat membantah adanya insiden kekerasan di lingkungannya. Namun, setelah dilakukan konfirmasi lebih lanjut, ia akhirnya membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak sekolah telah melakukan upaya mediasi.

"Pasca kejadian kedua belah pihak, guru dan orang tua murid sudah kita mediasi untuk berdamai secara kekeluargaan," terang Safiudin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Senin, (20/4/2026).

Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Nunggal Isbandi, meminta agar informasi digali secara proporsional langsung dari lembaga terkait sembari pihaknya melakukan kroscek internal.

"Langsung saja konfirmasi ke lembaga agar mendapat info proporsional dan kronologisnya, sembari saya juga nanti akan konfirmasi pula," tegas Nunggal.

Meski pihak sekolah mengklaim adanya upaya damai, orang tua korban yang tidak terima atas penganiayaan tersebut memilih untuk menempuh jalur hukum. Laporan resmi telah dilayangkan ke Polres Lamongan untuk memastikan adanya keadilan bagi para siswa.

Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, membenarkan adanya laporan terkait dugaan kekerasan yang melibatkan oknum pendidik tersebut. Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Lamongan.

"Benar, Polres Lamongan telah menerima laporan tersebut dan saat ini kita laksanakan proses penyelidikan," kata Ipda M Hamzaid, Senin (20/04/2026) siang. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow