Dampak Terputusnya Jalan Utama Penghubung Karangrejo - Sendang, Kerusakan Jalan Alternatif Jadi Beban Baru

27 Dec 2024 - 14:28
Dampak Terputusnya Jalan Utama Penghubung Karangrejo - Sendang, Kerusakan Jalan Alternatif Jadi Beban Baru
Warga memasang bambu melintangi jalan, agar tidak dilewati oleh kendaraan truk yang dapat memperparah kerusakan jalan alternatif di Dusun Manggis, Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo, pasca terputusnya jalan raya penghubung dua kecamatan yakni Karangrejo - Sendang (deny/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Terputusnya jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Karangrejo dan Kecamatan Sendang akibat tanah longsor kini menimbulkan persoalan baru. Jalan alternatif yang menjadi tumpuan sementara justru mengalami kerusakan parah, memunculkan kritik tajam terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Sejumlah jalan alternatif, seperti di kawasan jalan Dusun Manggis, Desa Gedangan Kecamatan Karangrejo menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius. Jembatan berlubang dan struktur jalan yang mulai retak-retak memperparah kondisi. Ironisnya, jalan ini terus dilalui kendaraan berat, meskipun kondisinya tidak layak. Warga sekitar akhirnya memasang bambu yang melintang di tengah jalan, agar kendaraan truk besar tidak melintasi jalan tersebut lantaran dapat memperparah kerusakan. 

Anggota DPRD Tulungagung, Adrianto, menilai pemerintah daerah perlu mengambil langkah berani untuk menyelesaikan masalah ini. Ia mengusulkan agar lahan di sekitar jalan utama yang terputus dimanfaatkan sebagai jalur alternatif sementara.

“Lahan itu bisa disewa dari pemiliknya menggunakan dana cadangan BPBD. Dengan kebijakan diskresi, hal ini dapat segera diinisiasi,” ujarnya.

Menurut Adrianto yang juga merupakan politisi PKS, ketidakjelasan pembangunan kembali jalan utama oleh Pemprov Jawa Timur menjadi alasan kuat untuk segera bertindak.

“Kita tidak tahu kapan jalan itu akan dibangun. Alternatif seperti ini lebih murah dibanding terus-menerus memperbaiki jalan alternatif yang sudah rusak,” tambahnya.

Selain itu, Adrianto juga menyoroti pentingnya audit investigasi terkait longsor yang terjadi. Ia mempertanyakan apakah longsor tersebut murni bencana alam atau ada faktor lain yang berkontribusi.

“Hasil investigasi ini bisa menjadi dasar untuk pembangunan yang lebih komprehensif agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Kerusakan jalan alternatif ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk tidak sekadar reaktif, tetapi juga proaktif dalam mengantisipasi dampak lanjutan. Tanpa tindakan cepat dan terukur, masyarakat Tulungagung akan terus menghadapi risiko keselamatan dan kerugian ekonomi akibat infrastruktur yang tidak memadai.(dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow