Dampak Tanggul Jebol, Banjir Kali Lamong Meluas Rendam Ratusan Rumah
Gresik, (afederasi.com) – Jebolnya tanggul Kali Lamong di sejumlah titik mengakibatkan banjir meluas dan merendam permukiman warga, fasilitas umum, serta ratusan hektare lahan pertanian dan tambak di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Banjir luapan tersebut terjadi sejak Minggu (21/12/2025) pagi dan hingga Rabu (24/12/2025) masih dalam penanganan intensif.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik, Drs. Sukardi, M.M., menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh meningkatnya debit air kiriman dari wilayah hulu Kali Lamong, sehingga air meluap dan merusak tanggul pengaman sungai.
“Banjir ini terjadi akibat air kiriman dari wilayah hulu yang menyebabkan debit Kali Lamong meningkat dan meluap ke jalan serta permukiman warga,” ujar Sukardi dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).
BPBD mencatat tanggul jebol sepanjang tiga meter dengan kedalaman dua meter terjadi di Desa Dadapkuning dan Desa Ngembung, Kecamatan Cerme. Akibatnya, air dengan cepat menggenangi wilayah sekitarnya.
“Jebolnya tanggul di Dadapkuning dan Ngembung menjadi salah satu faktor utama meluasnya genangan di wilayah Cerme,” jelasnya.
Di Desa Dungus, banjir menggenangi jalan poros desa setinggi 25–35 sentimeter, jalan lingkungan 20–35 sentimeter, serta sekitar 50 rumah warga dengan ketinggian air 5–20 sentimeter.
Tidak hanya itu, sekitar 20 hektare persawahan dan 30 hektare tambak ikut terendam, termasuk fasilitas umum seperti makam, TK, dan MI.
Sementara di Desa Morowudi, dampak banjir tercatat lebih luas. Sekitar 260 rumah warga tergenang dengan ketinggian air 10–30 sentimeter, jalan lingkungan tergenang 20–50 sentimeter, serta 50 hektare persawahan dan 25 hektare tambak terdampak. Fasilitas umum seperti SD, SMP, makam, dan Pondok At-Tauhid juga terendam.
“Wilayah Morowudi menjadi salah satu titik dengan dampak cukup besar karena genangan menjangkau rumah warga dan fasilitas umum,” kata Sukardi.
Genangan banjir juga terjadi di Desa Pandu, yang merendam jalan poros desa setinggi 10–20 sentimeter, persawahan sekitar 4 hektare, dan tambak 15 hektare, serta fasilitas umum berupa makam.
Adapun di Desa Gurang Anyar, banjir merendam jalan lingkungan setinggi 5–10 sentimeter.
Meski banjir meluas, BPBD Gresik memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Untuk korban jiwa, alhamdulillah nihil. Namun kami tetap siaga dan terus memantau perkembangan di lapangan,” tegas Sukardi.
Saat ini, BPBD Gresik bersama unsur terkait terus melakukan asesmen perkembangan banjir, monitoring tinggi muka air Kali Lamong, serta pendistribusian bantuan logistik untuk mendukung dapur umum mandiri di Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, dan Cerme.
“Kami melakukan monitoring TMA Kali Lamong secara berkala dan menyalurkan bantuan logistik agar kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi,” imbuhnya.
Hingga Rabu sore, BPBD Gresik menyatakan kondisi banjir di wilayah Cerme terpantau stabil, dengan cuaca cerah berawan dan situasi Kabupaten Gresik secara umum aman dan terkendali.
“Kami berharap kondisi ini tetap stabil dan banjir segera surut, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkas Sukardi.
BPBD Gresik mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor kepada petugas apabila terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya.(frd)
What's Your Reaction?


