Cuaca Mendukung, Petani Jombang Semangat Tanam Padi Hingga Tiga Kali

29 Sep 2025 - 16:02
Cuaca Mendukung, Petani Jombang Semangat Tanam Padi Hingga Tiga Kali
Nampak petani di Desa Ngrandulor, Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (29/09/2025). (Foto:Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Petani di Jombang sangat antusias untuk menanam padi di karenakan kebijakan pemerintah menetapkan Harga Pokok Pembelian (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram mendorong semangat para petani padi di Kabupaten Jombang untuk mengoptimalkan musim tanam, bahkan hingga tiga kali dalam setahun.

Kondisi ini terlihat jelas di Kecamatan Peterongan dan Sumobito, di mana sebagian besar lahan pertanian kembali ditanami padi meski baru saja panen raya.

Pantauan di Desa Ngrandulor, Kecamatan Peterongan, menunjukkan bahwa mayoritas petani tidak membiarkan sawah mereka menganggur. Lahan segera diolah kembali, bahkan sebagian sudah mulai ditanami padi lagi.

Hariyono (50 tahun), petani asal Dusun Ngumpak, Desa Ngrandulor, mengaku memanfaatkan kondisi irigasi yang masih lancar dan curah hujan yang belum sepenuhnya berhenti untuk mencoba pola tanam baru.

"Biasanya saya menanam padi dua kali dan sekali palawija. Tapi tahun ini saya coba tanam padi tiga kali karena air irigasi masih cukup dan cuaca mendukung," ujarnya, Senin (29/9/2025).

Ia mengungkapkan bahwa musim hujan yang biasanya mulai berhenti di bulan Oktober, tahun ini masih turun hingga akhir September. Hal ini menjadi motivasi tambahan untuk memanfaatkan lahan sebaik mungkin.

“Kemarin panen pertengahan September. Harga gabah bagus, sampai Rp7.100 per kilogram. Setelah panen, saya langsung buat persemaian bibit dan sekarang mulai tanam padi lagi,” tandasnya.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang, Rony, membenarkan bahwa saat ini petani di berbagai wilayah sedang memasuki Musim Tanam III (MT III), sebagai bagian dari Program Optimalisasi Lahan (Oplah).

"Program ini memang mendorong petani menanam padi tiga kali dalam setahun. Selain untuk meningkatkan produktivitas, juga untuk mendukung target nasional luas tanam," jelas Rony.

Program Oplah ini berbeda dengan Program Luas Tambah Tanam (LTT) karena mendapat intervensi anggaran langsung dari pemerintah, seperti bantuan pompa air dan biaya pengolahan lahan.

"Target luas tanam di Jombang hingga akhir Desember 2025 sebesar 81.251 hektare. Dari jumlah itu, 3.311 hektare termasuk dalam program Oplah yang tersebar di 20 kecamatan. Satu-satunya kecamatan yang tidak ikut yaitu Wonosalam, karena fokus pada hortikultura," imbuhnya.

Dengan dukungan cuaca yang masih kondusif dan tersedianya sarana produksi pertanian, pihaknya optimistis target tanam dan produksi bisa tercapai. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow