Cegah Kekerasan Anak, DPPPAKB Lamongan Rencanakan Sidak ke Sejumlah Day Care

Kami mendorong standarisasi nasional bagi day care yang ada. Selain itu, kami fokuskan ke SDM pengasuh serta kode etik melalui pelatihan-pelatihan yang selalu kita bagikan kepada pengelola," ujar Aini Mas’idha saat dikonfirmasi afederasi.com, Jumat (1/5/2026) pagi.

01 May 2026 - 13:40
Cegah Kekerasan Anak, DPPPAKB Lamongan Rencanakan Sidak ke Sejumlah Day Care
Kepala Dinas PPPAKB Lamongan Aini Mas’idha Siapkan Strategi Ccegah Terjadinya Malpraktik Pengasuhan Maupun Kekerasan Terhadap Anak di Day Care (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Kasus kekerasan anak yang terjadi di salah satu day care di Yogyakarta baru-baru ini memicu kekhawatiran orang tua di berbagai daerah. Menanggapi fenomena tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (PPPAKB) bergerak cepat melakukan langkah antisipasi guna memastikan keamanan ruang penitipan anak di wilayahnya.

Menanggapi kasus tersebut, Kepala Dinas PPPAKB Lamongan, Aini Mas’idha, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan serangkaian strategi untuk mencegah terjadinya malpraktik pengasuhan maupun kekerasan terhadap anak di day care.

Aini menjelaskan terdapat tiga poin utama yang kini menjadi fokus Pemkab Lamongan dalam menjaga kualitas layanan day care yakni mendorong standarisasi nasional bagi day care yang ada, memfokuskan ke SDM pengasuh serta kode etik melalui pelatihan-pelatihan yang selalu dibagikan ke day care yang ada, serta pengawasan rutin melalui teman-teman PKB PLKB yang bertanggung jawab di wilayah masing-masing untuk pembinaan dan monev kegiatan yang dilakukan.

"Kami mendorong standarisasi nasional bagi day care yang ada. Selain itu, kami fokuskan ke SDM pengasuh serta kode etik melalui pelatihan-pelatihan yang selalu kita bagikan kepada pengelola," ujar Aini Mas’idha saat dikonfirmasi afederasi.com, Jumat (1/5/2026) pagi.

Menanggapi aspirasi masyarakat terkait perlunya inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi-lokasi penitipan anak, Aini menegaskan bahwa sistem pengawasan sebenarnya sudah berjalan melalui instrumen pembinaan rutin serta Monitoring dan Evaluasi (Monev).

Ia menjelaskan bahwa keberadaan PKB dan PLKB di setiap wilayah menjadi ujung tombak untuk memastikan kegiatan di day care berjalan sesuai koridor perlindungan anak.

"Kita sudah ada pembinaan rutin lewat PKB sesuai tempat masing-masing. Mereka bertanggung jawab di wilayahnya untuk pembinaan dan monev kegiatan yang dilakukan," tambah Aini.

Langkah preventif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para orang tua pekerja di Lamongan yang menitipkan buah hatinya. Dinas PPPAKB Lamongan juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan adanya indikasi kejanggalan atau pelayanan yang tidak sesuai standar di lembaga penitipan anak manapun. (iyan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow