Bupati Lamongan Salurkan Bantuan ke Titik Terparah Banjir Bengawan Jero
Lamongan, (afederasi.com) – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes, bergerak cepat meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir akibat cuaca ekstrem di beberapa wilayah. Salah satu fokus utamanya adalah Desa Bojoasri di Kecamatan Kalitengah, yang tercatat mengalami genangan paling parah karena kondisi geografisnya yang sangat rendah.
Dalam kunjungan yang berlangsung pada Senin (12/1/2026), Pak Yes memastikan bahwa akses pendidikan bagi anak-anak tidak boleh terputus. Pak Yes Menyebut Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menyiagakan perahu karet sebagai sarana transportasi khusus agar para siswa tetap bisa menjangkau sekolah meski wilayahnya terendam air.
"Kita melihat warga yang terdampak ini khususnya di Desa Bojoasri yang paling lama dan paling parah, karena kondisi geografisnya sangat cekung. Untuk akses anak sekolah telah disiapkan perahu karet mulai hari ini, sehingga memudahkan mereka untuk dapat bersekolah dengan baik, dan ini akan kita lanjutkan," ujar Pak Yes. Selasa, (13/1/2026).
Selain memberikan solusi transportasi, Pemkab Lamongan juga melakukan langkah teknis untuk mempercepat surutnya air. Pak Yes menjelaskan bahwa durasi penggunaan pompa air di titik-titik pembuangan, seperti Pintu Kuro, kini ditingkatkan dari jadwal biasanya.
"Dalam rangka percepatan, yang kita lakukan sekarang adalah membantu mengeluarkan air dari Pintu Kuro dengan menambah kapasitas pompa sampai dengan durasinya kita naikkan. Ini satu-satunya jalan melalui pembuangan di Pintu Kuro atau lewat DAM yang lain," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Yes juga secara simbolis menyalurkan berbagai jenis bantuan untuk memenuhi kebutuhan logistik warga. Bantuan yang diserahkan meliputi makanan siap saji, tambahan gizi, lauk pauk, selimut, paket kebersihan, kidsware, paket lansia, perlengkapan makan, sandang pria, sandang wanita, hingga perlengkapan sekolah.
Rencananya, bantuan ini akan didistribusikan secara merata kepada warga di 5 desa terdampak, yaitu Desa Bojoasri, Desa Pomahanjangan, Desa Sukorejo, Desa Waruk, dan Desa Karanganom. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama menghadapi bencana banjir akibat luapan sungai Bengawan Jero. (yan)
What's Your Reaction?



