Bupati Blitar Dorong Literasi Jadi Fondasi Masyarakat Cerdas dan Berdaya Saing

11 Nov 2025 - 17:35
Bupati Blitar Dorong Literasi Jadi Fondasi Masyarakat Cerdas dan Berdaya Saing
Bupati Blitar ketika menghadiri Penganugerahan Kejuaraan dan Penghargaan Aktivis Literasi Kabupaten Blitar Tahun 2025 di Dinas Perpustakaan dan Arsip, Selasa (11/11/2025). (Anang/afederasi.com)

Blitar, (afederasi.com) - Dalam suasana penuh semangat kebangsaan, Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M. menegaskan pentingnya literasi sebagai pondasi pembangunan manusia yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. Pesan itu ia sampaikan ketika menghadiri Penganugerahan Kejuaraan dan Penghargaan Aktivis Literasi Kabupaten Blitar Tahun 2025 di Dinas Perpustakaan dan Arsip, Selasa (11/11/2025).

Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, kepala OPD, para pegiat literasi, guru, hingga pelajar itu menjadi momentum bagi Bupati Blitar untuk mempertegas arah kebijakan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan. Dalam forum tersebut, ia memuji kerja keras para aktivis literasi yang menjaga semangat membaca dan menulis di tengah derasnya arus digitalisasi informasi.

“Para pegiat literasi telah menunjukkan bahwa semangat membaca dan berpikir kritis adalah kekuatan besar dalam membangun masa depan Kabupaten Blitar yang berdaya saing,” ujar Bupati Blitar dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan peserta acara.

Lebih lanjut, Bupati Blitar menilai bahwa literasi bukan semata kemampuan membaca, melainkan kecakapan memahami, menilai, dan menggunakan informasi secara bijak. Menurutnya, masyarakat yang literat akan menjadi benteng bagi nalar publik di tengah derasnya arus informasi yang kerap tak terverifikasi.

Dalam pidatonya, Bupati Blitar menekankan pentingnya menjadikan literasi sebagai budaya hidup sehari-hari. Ia mengajak para guru, pelajar, dan keluarga untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dan berdiskusi sebagai bagian dari karakter masyarakat modern yang terbuka terhadap ilmu pengetahuan.

“Saya berharap semangat literasi ini menular ke seluruh lapisan masyarakat. Melalui literasi, kita belajar memahami perbedaan dan membangun karakter bangsa yang kuat,” tutur Bupati Blitar dengan nada penuh optimisme.

Namun demikian, Bupati Blitar tak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang menghambat perkembangan budaya literasi, mulai dari menurunnya minat baca hingga kesenjangan akses terhadap fasilitas literasi di wilayah pedesaan. Ia menyoroti perubahan perilaku generasi muda yang lebih banyak mengonsumsi informasi singkat dari media sosial dibanding membaca buku mendalam.

Untuk menjawab tantangan itu, Bupati Blitar mendorong kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan komunitas literasi. Ia menegaskan bahwa literasi digital perlu diarahkan untuk hal-hal positif seperti podcast edukatif, kelas daring, dan konten pembelajaran inspiratif.

“Pemanfaatan teknologi digital yang sehat akan membantu masyarakat menjadi lebih cerdas dan tahan terhadap informasi yang menyesatkan,” kata Bupati Blitar.

Lebih jauh, Bupati Blitar memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat infrastruktur literasi melalui berbagai program, termasuk pengembangan perpustakaan digital, pojok baca di desa, serta kerja sama dengan komunitas literasi lokal. Upaya ini, menurutnya, menjadi bagian penting dari strategi pembangunan sumber daya manusia unggul.

“Gerakan literasi akan kami jadikan jantung peradaban dan sumber kebijaksanaan di Kabupaten Blitar. Melalui kerja bersama, literasi akan menjadi jalan menuju masyarakat yang berdaya dan berjaya,” tegas Bupati Blitar.

Festival Literasi Kabupaten Blitar 2025 yang menjadi latar acara tersebut juga diramaikan dengan lomba, diskusi publik, dan pameran buku. Di penghujung kegiatan, Bupati Blitar menutup dengan pesan reflektif bahwa literasi adalah napas kemajuan dan alat untuk menjaga peradaban.

“Festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan simbol semangat masyarakat Kabupaten Blitar dalam membangun budaya literasi di setiap sendi kehidupan,” pungkas Bupati Blitar. (adv/ang)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow