Bukan Cari Jodoh, Caleg Muda Tri Wahyudi Malah Kampanye Lewat Bumble!

Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD dari Daerah Pemilihan 6, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yakni Tri Wahyudi, telah menjadi sorotan publik akibat langkah tak lazimnya dalam kampanye untuk Pemilu 2024.

11 Sep 2023 - 13:51
Bukan Cari Jodoh, Caleg Muda Tri Wahyudi Malah Kampanye Lewat Bumble!
Tri Wahyudi, caleg DPRD yang berkampanye melalui Bumble. (IG @Yahyudiii)

Jawa Timur, afederasi.com - Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD dari Daerah Pemilihan 6, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yakni Tri Wahyudi, telah menjadi sorotan publik akibat langkah tak lazimnya dalam kampanye untuk Pemilu 2024. Terkenal dengan aplikasi Bumble yang digemari oleh anak-anak muda untuk mencari pasangan, Tri justru memanfaatkannya untuk kampanye politiknya.

Tri Wahyudi, yang berusia 24 tahun, telah menciptakan sensasi dengan akun Bumble-nya yang berbeda dari yang lain. Alih-alih mencari jodoh seperti yang biasanya dilakukan di aplikasi tersebut, Tri dengan tegas menyatakan tujuannya untuk mencari teman dan dukungan dalam konteks politik.

Tri Wahyudi mengungkapkan, "Di sini bukan untuk mencari pasangan, tapi mencari teman dan dukungan." Ungkapannya ini diambil dari kutipan akun X @ad***** pada Senin (11/9/2023), yang menandai awal kampanye uniknya di Bumble.

Dalam akun yang sama di Bumble, Tri Wahyudi juga berbagi visinya sebagai seorang calon anggota legislatif. Ia mengungkapkan bahwa visinya adalah menjadi wakil rakyat yang terpercaya, bersahabat, dan peduli terhadap kebutuhan rakyat. Selain itu, ia menyertakan akun Instagram pribadinya @Yahyudiii dalam profilnya, sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan pendukungnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai langkah nekatnya ini, Tri Wahyudi dengan bangga mengakui bahwa itu adalah akun Bumblenya yang asli. Ia menyatakan dengan yakin, "Iya, real, no fake," saat dikonfirmasi pada hari Senin.

Tri Wahyudi, lulusan Universitas Airlangga fakultas Farmasi, menjelaskan alasan mengapa ia memanfaatkan Bumble sebagai alat kampanyenya di Pemilu 2024. Ia menjelaskan bahwa aplikasi kencan ini memungkinkan pengaturan target yang tepat, meminimalkan biaya kampanye, serta menjangkau para pemilih muda dengan lebih baik.

"Yah, cari media kampanye yang hemat dan anti mainstream. Soalnya, Bumble bisa mengatur jarak target dengan efisien," tutur Tri Wahyudi.

Tri juga berbagi bahwa ia telah memanfaatkan aplikasi kencan sejak tahun 2019 sebagai ajang promosi dengan mengincar target di wilayah terdekat. Dalam pengalamannya, ia menemukan banyak dampak positif dari strategi kampanyenya yang unik ini, termasuk efek viral, kemudahan dalam menyerap aspirasi anak muda, dan penghematan biaya politik yang signifikan.

"Ini adalah salah satu media 'blue ocean' yang murah, karena kampanye saya di Instagram juga belum terealisasi, dan saya belum memiliki tim media sosial," ungkapnya dengan semangat. (mg-3/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow