Bukan AHY, Surya Paloh Sosok yang Gebrak Meja Saat Rapat Cawapres Anies?
Anies Baswedan, yang disebut-sebut sebagai bakal capres, mengungkapkan insiden menegangkan yang terjadi saat pertemuan dengan Tim 8 yang terdiri dari kader NasDem, Demokrat, PKS, dan orang-orang terdekatnya.
Surabaya, (afederasi.com) - Anies Baswedan, yang disebut-sebut sebagai bakal capres, mengungkapkan insiden menegangkan yang terjadi saat pertemuan dengan Tim 8 yang terdiri dari kader NasDem, Demokrat, PKS, dan orang-orang terdekatnya. Insiden gebrak meja tersebut terjadi ketika tim tersebut sedang dalam perdebatan sengit mengenai cawapres Pilpres 2024.
Debat Sengit Antara Demokrat dan NasDem di Hadapan Anies
Anies Baswedan membagikan kisah tentang momen debat sengit yang terjadi antara perwakilan Demokrat dan NasDem dalam sebuah acara wawancara di YouTube dengan Najwa Shihab. Demokrat mendesak Anies untuk segera mengumumkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres, sementara NasDem masih mencari opsi lain. Kondisi ini akhirnya memunculkan momen gebrak meja saat pertemuan Tim 8.
Siapa yang Menggebrak Meja? Anies Menjaga Rahasia
Anies Baswedan menceritakan momen gebrak meja yang terjadi dalam pertemuan Tim 8, namun ia tidak mencantumkan siapa yang melakukan aksi tersebut. Kendati demikian, publik cenderung berspekulasi bahwa tindakan tersebut berasal dari perwakilan Demokrat.
Demokrat Bongkar Sosok yang Menggebrak Meja: Surya Paloh
Kader Demokrat, Cipta Panca Laksana, mengungkapkan sosok yang terlibat dalam gebrak meja bukan dari perwakilan Demokrat, melainkan inisial SP, yang merujuk pada Surya Paloh, Ketua Umum NasDem. Panca menjelaskan bahwa gebrak meja terjadi karena tekanan dari Tim 8 untuk segera mendeklarasikan cawapres. Hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya Demokrat yang memaksa Anies untuk segera mengambil keputusan.
Kronologi Debat Sengit hingga Gebrak Meja
Anies Baswedan membeberkan kronologi perbedaan pandangan yang memuncak pada insiden gebrak meja. Perbedaan tersebut berkaitan dengan cawapres Pilpres 2024. Awalnya, nama AHY telah dibicarakan sebagai pendamping Anies sejak Juni 2023, tetapi NasDem masih ingin mencari opsi lain. Perbedaan ini mengakibatkan debat panas dan gebrak meja dalam pertemuan Tim 8.
Demokrat Merasa Dikhianati oleh Anies
Demokrat akhirnya memutuskan untuk mencabut dukungannya kepada Anies dan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Keputusan ini diambil setelah Anies memilih Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden, yang membuat Demokrat merasa dikhianati. Mereka menyinggung bahwa Anies pernah meminta AHY sebagai cawapres melalui panggilan telepon dan surat tertulis.
Anies Baswedan, yang disebut-sebut sebagai bakal capres, mengungkapkan insiden menegangkan yang terjadi saat pertemuan dengan Tim 8 yang terdiri dari kader NasDem, Demokrat, PKS, dan orang-orang terdekatnya. Insiden gebrak meja tersebut terjadi ketika tim tersebut sedang dalam perdebatan sengit mengenai cawapres Pilpres 2024.
Debat Sengit Antara Demokrat dan NasDem di Hadapan Anies
Anies Baswedan membagikan kisah tentang momen debat sengit yang terjadi antara perwakilan Demokrat dan NasDem dalam sebuah acara wawancara di YouTube dengan Najwa Shihab. Demokrat mendesak Anies untuk segera mengumumkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres, sementara NasDem masih mencari opsi lain. Kondisi ini akhirnya memunculkan momen gebrak meja saat pertemuan Tim 8.
Siapa yang Menggebrak Meja? Anies Menjaga Rahasia
Anies Baswedan menceritakan momen gebrak meja yang terjadi dalam pertemuan Tim 8, namun ia tidak mencantumkan siapa yang melakukan aksi tersebut. Kendati demikian, publik cenderung berspekulasi bahwa tindakan tersebut berasal dari perwakilan Demokrat.
Demokrat Bongkar Sosok yang Menggebrak Meja: Surya Paloh
Kader Demokrat, Cipta Panca Laksana, mengungkapkan sosok yang terlibat dalam gebrak meja bukan dari perwakilan Demokrat, melainkan inisial SP, yang merujuk pada Surya Paloh, Ketua Umum NasDem. Panca menjelaskan bahwa gebrak meja terjadi karena tekanan dari Tim 8 untuk segera mendeklarasikan cawapres. Hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya Demokrat yang memaksa Anies untuk segera mengambil keputusan.
Kronologi Debat Sengit hingga Gebrak Meja
Anies Baswedan membeberkan kronologi perbedaan pandangan yang memuncak pada insiden gebrak meja. Perbedaan tersebut berkaitan dengan cawapres Pilpres 2024. Awalnya, nama AHY telah dibicarakan sebagai pendamping Anies sejak Juni 2023, tetapi NasDem masih ingin mencari opsi lain. Perbedaan ini mengakibatkan debat panas dan gebrak meja dalam pertemuan Tim 8.
Demokrat Merasa Dikhianati oleh Anies
Demokrat akhirnya memutuskan untuk mencabut dukungannya kepada Anies dan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Keputusan ini diambil setelah Anies memilih Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden, yang membuat Demokrat merasa dikhianati. Mereka menyinggung bahwa Anies pernah meminta AHY sebagai cawapres melalui panggilan telepon dan surat tertulis. (mg-1/jae)
What's Your Reaction?



