Anies Baswedan Kritik Pakta Integritas Pj Bupati Sorong yang Dukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD
Capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, angkat bicara mengenai temuan dokumen Pakta Integritas Penjabat (Pj) Bupati Sorong, Yan Piet Mosso, yang memberikan dukungan kepada capres-cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Jakarta, (afederasi.com) - Capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, angkat bicara mengenai temuan dokumen Pakta Integritas Penjabat (Pj) Bupati Sorong, Yan Piet Mosso, yang memberikan dukungan kepada capres-cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Anies menilai bahwa dokumen tersebut tidak hanya menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara, tetapi juga menjadi indikasi ketidaknetralan aparat negara.
"Ketika aparat negara tidak lagi bersikap netral, yang kemudian jadi korban adalah lembaga negara," ujar Anies di Gedung Joang '45, Jakarta Pusat, Jumat (17/11/2023), seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com, menambahkan bahwa pakta integritas semacam itu dapat merusak kepercayaan rakyat pada negara.
Pentingnya netralitas aparat negara juga ditekankan oleh Anies, yang menyatakan bahwa jika aparat memiliki pilihan politik sendiri, mereka seharusnya bersedia mundur dari jabatan mereka.
Bagi Anies, penggunaan aparat untuk kepentingan politik pribadi merendahkan martabat negara.
"Bila Anda memiliki aspirasi pribadi keluar dari negara. Mundur dari negara. Laksanakan aspirasi pribadi Anda. Tapi kalau anda menggunakan negara untuk aspirasi pribadi maka anda telah merendahkan negara," tegas Anies.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan tanggapan terkait beredarnya dokumen pakta integritas yang diduga ditemukan penyidik antirasuah selama penggeledahan yang melibatkan Pj Bupati Sorong, Yan Piet Mosso, dan rekan-rekannya.
Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan jurnalis, pakta integritas tersebut memuat lima komitmen dari Yan Piet Mosso sebagai Pj Bupati Sorong.
Salah satu komitmen tersebut menyatakan, 'Siap mencari dukungan dan memberikan kontribusi suara pada Pilpres 2024, minimal sebesar 60 persen+1 untuk kemenangan Ganjar Pranowo sebagai Presiden Republik Indonesia di Kabupaten Sorong.'
Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam konferensi persnya, belum dapat memastikan kebenaran temuan tersebut selama penggeledahan.
Firli menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait keabsahan dokumen dan apakah hal itu melanggar integritas penyelenggara negara.(mg-3/jae)
What's Your Reaction?



