Budiman Sudjatmiko Ngaku Pernah Ditawari Nyapres Lewat Cagub DKI: Saya Tolak

Budiman Sudjatmiko, mantan politisi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia atau PDIP, baru-baru ini mengungkapkan pernyataan mengejutkan mengenai tawaran yang pernah diterimanya dalam dunia politik.

26 Sep 2023 - 10:09
Budiman Sudjatmiko Ngaku Pernah Ditawari Nyapres Lewat Cagub DKI: Saya Tolak
Budiman Sudjatmiko (IG @/masbud_sudjatmiko)

Jakarta, (afederasi.com) - Budiman Sudjatmiko, mantan politisi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia atau PDIP, baru-baru ini mengungkapkan pernyataan mengejutkan mengenai tawaran yang pernah diterimanya dalam dunia politik. Dia mengaku bahwa beberapa tahun silam, dirinya pernah ditawari untuk menjadi calon presiden.

Pernyataan kontroversial ini datang sebagai tanggapan terhadap berita yang beredar bahwa dirinya diusung oleh beberapa relawan Jokowi sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto. Budiman Sudjatmiko menjelaskan bahwa tawaran menjadi cawapres tidak terlalu mengagetkannya.

"Saya tidak terlalu terkejut dengan tawaran menjadi cawapres (Prabowo)," ungkapnya saat hadir sebagai bintang tamu dalam acara podcast di kanal Youtube Kaesang Pangarep by GK Hebat.

Selama acara tersebut, Budiman Sudjatmiko juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2011, ia pernah mendapatkan tawaran untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden.

"Tahun 2011, saya pernah ditawari loh," ujarnya. "Sebagai calon presiden," tambahnya.

Namun, Budiman Sudjatmiko tidak hanya menerima tawaran dalam tingkatan tersebut. Ia juga mengungkap bahwa pada waktu yang sama, ada seseorang yang menawarinya untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2012. Meskipun tawaran tersebut menggiurkan, ia memilih untuk menolaknya.

"Ada seseorang yang menawari saya untuk menjadi calon gubernur DKI pada 2012, tetapi saya menolaknya," kata Budiman.

Selain itu, Budiman Sudjatmiko juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah ditawari untuk menjadi calon presiden dalam pemilihan umum tahun 2014 jika berhasil memenangkan pilkada DKI Jakarta pada saat itu.

"Nanti pada tahun 2014, jika Anda, Mas Budiman, berhasil melalui pilkada DKI, maka Anda akan menjadi calon presiden," demikian penjelasannya.

Di tahun 2013, Budiman Sudjatmiko juga mendapatkan tawaran untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jawa Tengah. Sekali lagi, ia memutuskan untuk menolak tawaran tersebut.

"Kemudian, pada tahun 2013, saya juga ditawari untuk menjadi calon gubernur Jawa Tengah, dan saya juga menolaknya," lanjutnya.

Budiman Sudjatmiko menjelaskan alasan di balik penolakannya terhadap berbagai tawaran tersebut. Menurutnya, tawaran-tawaran tersebut datang saat dirinya baru saja terpilih sebagai anggota DPR dan sedang aktif memperjuangkan Undang-Undang Desa.

"Saya berusia 41 tahun ketika tawaran-tawaran itu datang. Pada tahun 2009, saya baru saja terpilih sebagai anggota DPR dan memperoleh suara terbanyak. Ketika itu, saya sedang giat memperjuangkan Undang-Undang Desa. Pada tahun 2011, undang-undang tersebut belum selesai, dan tiba-tiba ada tawaran-tawaran," jelasnya.

Bagi Budiman Sudjatmiko, perjuangan untuk Undang-Undang Desa memiliki dampak yang lebih besar. Jika dirinya menjadi gubernur DKI, hanya sekitar 8 juta orang yang akan merasakan dampak positifnya. Namun, melalui Undang-Undang Desa yang ia perjuangkan, lebih dari 130 juta jiwa akan merasakan manfaatnya.

"Jika saya menjadi Gubernur DKI yang baik, katakanlah hanya 8 juta orang yang akan merasa bahagia. Tetapi jika Undang-Undang Desa yang sedang saya perjuangkan saat itu berhasil, yang pada saat itu belum selesai, akan ada lebih dari 130 juta orang yang akan merasakan kebahagiaan," pungkasnya.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow