BRIN dan Kementan Berkolaborasi Tingkatkan Efisiensi Pangan dan Teknologi Pascapanen di Indonesia

Plt Menteri Pertanian (Mentan), Arief Prasetyo Adi, dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, memperkuat kolaborasi mereka dalam mengembangkan teknologi pascapanen untuk meningkatkan efisiensi hasil pertanian di Indonesia.

18 Oct 2023 - 09:49
BRIN dan Kementan Berkolaborasi Tingkatkan Efisiensi Pangan dan Teknologi Pascapanen di Indonesia
Plt Menteri Pertanian (Mentan), Arief Prasetyo Adi. (Dok: Kementan)

Jakarta, (afederasi.com) - Plt Menteri Pertanian (Mentan), Arief Prasetyo Adi, dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, memperkuat kolaborasi mereka dalam mengembangkan teknologi pascapanen untuk meningkatkan efisiensi hasil pertanian di Indonesia. Dalam kesepakatan yang ditandatangani di Kantor BRIN, keduanya sepakat untuk menciptakan inovasi di bidang pangan, mulai dari hulu hingga hilir, dengan fokus pada masalah food loss dan waste (FLW).

"Kerjasama ini juga mencakup penanganan isu besar saat ini, yaitu food losses and waste. Kami akan menghadapi tantangan dari fram to table. Dengan teknologi pascapanen yang kami kembangkan, mulai dari proses panen hingga tiba di meja konsumen, Indonesia akan menjadi pelopor utama. Sekitar 14% hasil pertanian hilang setelah panen (food loss), dan 17% hilang di meja makan konsumen (food waste). Total kerugian ini mencapai 31%, yang setara dengan nilai sekitar 550 triliun rupiah," ujar Plt Mentan Arief seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Hasil penelitian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada tahun 2021 menunjukkan bahwa Indonesia membuang sampah makanan sebanyak 23-48 juta ton per tahun selama periode 2000-2019, dengan kerugian ekonomi yang mencapai Rp 213 – 551 triliun/tahun, setara dengan 4-5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia per tahun. Food loss, atau kerugian hasil pertanian, terjadi dari petani ke pasar, sedangkan food waste, atau limbah pangan, terjadi dari pasar ke konsumen.

"Tidak hanya berfokus pada inovasi pertanian di hulu, kami juga memperhatikan proses hilirnya. BRIN berjanji untuk mendukung pengembangan teknologi iradiasi. Saya berencana menggunakan teknologi ini untuk memperpanjang masa simpan hasil pertanian," tambah Arief Prasetyo.

Salah satu strategi untuk mengurangi FLW adalah dengan mengembangkan teknologi iradiasi makanan yang saat ini tengah dikembangkan oleh BRIN. Iradiasi makanan adalah metode penyinaran terhadap pangan menggunakan zat radioaktif atau akselerator untuk mencegah pembusukan dan kerusakan pangan, serta membebaskan dari patogen mikroba.

"Penelitian ini tidak hanya melibatkan ekstensifikasi, tapi juga intensifikasi. Kami memperhatikan setiap tahap, termasuk pascapanen, sehingga hasil pertanian bisa bertahan lebih lama. Sebagai contoh, bawang merah yang biasanya hanya tahan 2-3 minggu, dengan teknologi iradiasi dapat bertahan hingga 2-3 bulan, memungkinkan distribusi ke berbagai lokasi tanpa mengalami penurunan harga," jelas Kepala BRIN Laksana.

BRIN dan Kementan berencana mengaplikasikan teknologi iradiasi pada beberapa komoditas pangan, termasuk cabai, bawang merah, dan telur, dengan tujuan memperpanjang masa simpannya.

"Kami harus bekerja sama untuk memperbaiki situasi ini. Ke depannya, Kementan dan BRIN akan terus berkolaborasi demi menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan," tutup Plt Mentan Arief.

Perjanjian Kesinergian Penyelenggaraan Riset dan Inovasi dalam Mendukung Pembangunan Pertanian antara BRIN dan Kementan mencakup beberapa poin penting, termasuk koordinasi program, penelitian, pengembangan, penerapan standar, pemanfaatan hasil riset, serta pendayagunaan sumber daya manusia, serta kegiatan lain yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dengan kerjasama ini, diharapkan Indonesia dapat mengatasi tantangan food loss dan waste secara efektif, menciptakan pertanian yang berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi negara.(mg-2/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow