Bocah 14 Tahun Alami Luka Bakar Akibat Bermain Mercon di Situbondo
Saksi mata menyebutkan bahwa korban langsung membakar mercon yang dibawanya sendiri dari rumah. Namun, beberapa detik setelah dinyalakan, mercon tersebut meledak seketika sebelum dilempar.
Situbondo, (afederasi.com) - Seorang bocah berusia 14 tahun bernama Hotibul Imam, warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Situbondo, mengalami luka bakar pada telapak tangan kirinya akibat bermain mercon pada Sabtu (17/3/2024).
Kejadian bermula ketika korban bersama empat temannya bermain mercon di area sebelah timur Pelabuhan Kalbut, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Situbondo.
Saksi mata menyebutkan bahwa korban langsung membakar mercon yang dibawanya sendiri dari rumah. Namun, beberapa detik setelah dinyalakan, mercon tersebut meledak seketika sebelum dilempar, menyebabkan luka bakar pada telapak tangan kirinya. Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Mangaran untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolsek Mangaran, AKP Aryo Pandanaran, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan saksi, mercon tersebut dibuat sendiri dengan menggunakan bahan-bahan kembang api merek Smoke Mini Stik yang dijual secara bebas. Proses pembuatan mercon tersebut diduga ditiru dari media sosial, khususnya YouTube.
"Ia membuat mercon dengan cara mengeluarkan isi obat kembang api merek Smoke Mini Stik sebagai bahan mercon, lalu membungkusnya dengan kertas dan mengisinya dengan bahan kembang api. Kemudian, ia membuat sumbu mercon dari kertas," ungkap Aryo.
Lebih lanjut, Aryo menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan di rumah korban. Hasilnya, ditemukan barang bukti berupa bekas pembuatan mercon, seperti bungkus kembang api merek Smoke Mini Stik, sisa kertas yang tidak terpakai, dan selongsong mercon yang belum terisi bahan.
"Barang-barang tersebut telah diamankan untuk mencegah korban melakukan kegiatan serupa yang dapat membahayakan dirinya dan orang lain," tutup Aryo.
Dengan demikian, kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka dan mengawasi penggunaan media sosial guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (vya/dn)
What's Your Reaction?



