Bila Jadi Merapat ke PDIP, Pengamat Sebut Demokrat Bakal Dapat Keuntungan

Partai Demokrat masih menyimpan rahasia mengenai keterlibatannya dalam koalisi partai politik untuk Pilpres 2024 yang akan datang.

15 Sep 2023 - 14:21
Bila Jadi Merapat ke PDIP, Pengamat Sebut Demokrat Bakal Dapat Keuntungan
Pertemuan Ketum DPP PDIP Puan Maharani dan Ketum Demokrat AHY di Senayan. Saat ini Demokrat sudah keluar dari Koalisi Perubahan yang mengusung Anies. (Suara.com/M Yasir)

Jakarta, (afederasi.com) - Partai Demokrat masih menyimpan rahasia mengenai keterlibatannya dalam koalisi partai politik untuk Pilpres 2024 yang akan datang. Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi dari Partai Demokrat mengenai pilihan politiknya dalam pilpres tersebut.

Berbicara tentang upaya komunikasi, elite Partai Demokrat telah aktif menjalin kontak dengan dua koalisi partai yang mendukung dua calon presiden yang berbeda. Mereka terus menjajaki peluang kerja sama dengan dua koalisi tersebut.

Namun, seorang pengamat politik dari Universitas Nusa Cendana Kupang, Yohanes Jimmy Nami, berpendapat bahwa peluang terbaik bagi Partai Demokrat adalah berkoalisi dengan PDIP. Menurutnya, bergabung dengan PDIP akan membantu meningkatkan elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat, secara personal.

Efeknya, Demokrat diprediksi akan mendapatkan keuntungan elektoral yang signifikan. Selain itu, kehadiran Demokrat dalam koalisi dengan PDIP bisa menjadi langkah penting untuk mengatasi ketegangan historis antara SBY dan Megawati Soekarnoputri.

Pendapat ini disampaikan lebih lanjut dengan menekankan bahwa branding PDIP yang mengusung semangat pemuda sangat sesuai dengan karakteristik AHY sebagai calon pemimpin masa depan yang masih muda. Menurut Yohanes Jimmy Nami, "AHY memiliki usia relatif muda dan karir politiknya masih panjang. Tentunya, dibutuhkan waktu untuk mematangkan karir politiknya, dan PDIP memiliki banyak kader muda seperti Puan Maharani yang memiliki potensi sebagai pemimpin masa depan."

Di sisi lain, seorang pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang, menilai bahwa Partai Demokrat dan PDIP telah menunjukkan keseriusan dalam berkomunikasi. Ini terlihat dari intensitas komunikasi yang mereka jalin dalam beberapa waktu terakhir.

"Jika dilihat dari pola komunikasi politik yang terbangun belakangan ini, komunikasi yang lebih intens justru terjadi antara Partai Demokrat dan PDIP. Banyak yang menduga bahwa Demokrat akan menjalin kemitraan dengan PDIP untuk mendukung Ganjar Pranowo," ujar Ahmad Atang.

Meskipun begitu, Ahmad Atang juga mengingatkan bahwa Partai Demokrat tidak akan secara otomatis diterima oleh PDIP sebagai mitra koalisi. PDIP memasang beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Demokrat sebelum mereka bisa bergabung dalam koalisi tersebut.

Menurut Ahmad Atang, ini bisa dimengerti mengingat sejarah rivalitas politik antara PDIP dan Demokrat di masa lalu. Saat Partai Demokrat berkuasa, PDIP berada di luar kekuasaan sebagai oposisi, sehingga ada sejarah persaingan politik antara keduanya yang harus diatasi. (mg-3/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow