Belum Genap Setahun Diresmikan, Taman 0 Km Jadi Sasaran Vandalisme

Belum Genap Setahun Diresmikan, Taman 0 Km Jadi Sasaran Vandalisme
Vandalisme yang terjadi di Taman 0 kilometer Tulungagung dengan mencoret coret tempat pembuangan sampah, (rizki/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) - Taman 0 km di Kabupaten Tulungagung menjadi sasaran aksi vandalisme oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab, padahal jika dihitung taman tersebut belum genap 1 tahun setelah diresmikan.

Vandalisme itu dilakukan dengan mencoret-coret beberapa tempat sampah dan merusak tembok kayu di tempat yang biasa dijadikan tempat nongkrong oleh pengunjung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, Santoso menjelaskan pihaknya sangat menyayangkan atas adanya aksi vandalisme yang menyasar taman 0 km di Tulungagung tersebut. Taman tersebut sengaja dibangun untuk menjadi icon baru demi menarik wisatawan untuk berkunjung di Pusat Kota Tulungagung. 

"Kami sudah dapat laporan dari masyarakat yang kecewa atas aksi vandalisme itu, dan kami selaku pengelola tentu sangat menyayangkan," jelas Santoso, Rabu (12/10/2022).

Santoso melanjutkan pembangunan taman 0 km sendiri Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menggelontorkan anggaran yang terbilang cukup besar mencapai Rp 700 juta yang mana anggaran tersebut didapat secara CSR dengan Bank Jatim Tulungagung senilai Rp 500 juta dan dana APBD senilai Rp 200 juta.

Anggaran APBD sendiri tentunya berumber dari masyarakat Tulungagung. Hanya saja perilaku oknum masyarakat itu bukannya ikut menjaga keindahan taman 0 km, tetapi justru malah merusak keindahannya. 

"Seharusnya masyarakat menbantu merawat taman itu agar tetap terpelihara dan terlihat indah, sehingga wisatawan akan puas saat berkunjung atau nongkrong disana," jelasnya.

Disinggung soal berapa titik lokasi di Taman 0 km yang menjadi sasaran aksi vandalisme, Santoso mengungkapkan setidaknya ada tiga titik aksi vandalisme di Taman 0 km. Diantaranya yakni dua tempat sampah yang dicoret-coret menggunakan pylox warna putih dan satu papan kayu yang berlubang yang lokasinya didekat tempat duduk pengunjung. 

Merespon aksi vandalisme itu, pihaknya berencana untuk bekerjasama dengan pihak terkait untuk mengetahui identitas pelaku aksi vandalisme tersebut. Nantinya mereka akan dipanggil untuk diberi pengertian. 

"Kami akan mencari identitas pelaku vandalisme itu dan akan kami panggil," pungkasnya.

Pelu diketahui, beberapa hari terakhir viral di media sosial adanya beberapa tempat sampah di taman 0 km yang terlihat dipenuhi dengan pylox berbagai macam tulisan. Aksi vandalisme itu bahkan juga sempat terekam cctv di taman 0 km.

Diketahui salah satu tulisan di tempat sampah itu bertuliskan "Usut tuntas 01.10.2022" yang mengindikasikan jika itu merupakan luapan kekecewaan masyarakat atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. 

Meski tulisan tersebut bermaksut sebagai aksi solidaritas, namun mencoret-coret fasilitas publik tetaplah dianggap vandalisme dan tidak dibenarkan untuk dilakukan. Setelah viral, pelaku vandalisme tersebut sempat menghapus kembali coretan tersebut dengan menggunakan pylox hitam.(riz/dn)