Banyuwangi Raih Piala dan Plakat Adipura, Bupati Ipuk Beri Hadiah Motor Pengangkut Sampah

14 Mar 2024 - 21:29
Banyuwangi Raih Piala dan Plakat Adipura, Bupati Ipuk Beri Hadiah Motor Pengangkut Sampah
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dwi Handayani, mewakili Bupati Ipuk menyerahkan bantuan kendaraan roda tiga. (Humas DLH/afederasi.com)

Banyuwangi, (afederasi.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menorehkan tinta emas atas konsisten menjaga kebersihan dan keindahan wilayah dengan menerima penghargaan Piala Adipura dan Plakat Adipura 2023.

Atas keberhasilan meraih dua jenjang tingkat Penghargaan Adipura, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama semua pihak yang telah bergotong royong untuk mewujudkan Banyuwangi menjadi kota yang bersih dan sehat.

"Penghargaan ini berkat kerja bareng seluruh masyarakat Banyuwangi yang telah bahu-membahu mewujudkan dan menjaga kebersihan daerah ini," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Bupati Ipuk juga mengapresiasi keberhasilan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Tembokrejo, Kecamatan Muncar, yang telah berhasil menerima penghargaan Plakat Adipura 2023, dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana kendaraan roda tiga yang diperuntukkan mengangkut sampah.

"Terima kasih kepada semua warga dan juga pengelola TPS3R, yang telah gigih dan berkomitmen dalam melakukan pengelolaan sampah," tutur Bupati Ipuk.

Plakat Adipura merupakan salah satu kriteria penghargaan pada Anugerah Adipura. Penghargaan ini diberikan kepada kabupaten/kota, yang memiliki lokasi dengan rata-rata nilai tertinggi nasional salah satunya untuk kategori TPS3R terbaik.

Setelah melalui 20 kriteria penilaian, TPS3R Tembokrejo mendapatkan nilai tertinggi se-Indonesia. Diantara nilai plus dari TPS3R Muncar, telah melakukan pengelolaan sampah dengan mekanisme sistematis, serta adanya keterlibatan aktif 7.500 warga desa dalam mendukung program persampahan.

Penanganan sampah di Muncar ini diawali dari warga Desa Tembokrejo yang membuat TPS 2016. Pada 2018, pemerintah Norwegia bersama korporasi Borealis dari Austria melibatkan NGO Systemiq untuk melakukan pendampingan masyarakat di sana, yang diberi nama Project STOP.

"TPS3R Tembokrejo, Muncar adalah salah satu TPS3R yang aktif di Banyuwangi. Dalam 1 bulan TPS3R Tembokrejo mampu mengelola sampah sebanyak 12-25 ton/hari dengan menyisakan residu ke TPA hanya 2 ton/hari," ungkap Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dwi Handayani, Kamis (14/3/2024).

TPS3R Muncar, lanjut Handayani, juga telah memiliki sertifikat Kredit Plastik, yakni mekanisme insentif yang diberikan kepada organisasi pengumpul dan pendaurulang plastik, yang dikeluarkan oleh lembaga internasionall Verra. Sertifikat Kredit Plastik adalah instrumen keuangan baru untuk memberi insentif pada penghapusan plastik dari lingkungan, termasuk daur ulang plastik menjadi produk baru dan kemasan.

“Untuk bisa mendapatkan kredit ini tiap institusi wajib mengumpulkan atau mendaur ulang sampah plastik sebanyak 1 ton metric plastik. Prosesnya juga harus menerapkan metode berkelanjutan. TPS3R Muncar sudah memenuhinya,” jelas Handayani.

Kepemilikan sertifikat Kredit Plastik TPS3R Muncar, tambah dia, memberi keuntungan yakni mengurangi pencemaran sampah plastik, dan mengembangkan industri daur ulang sampah plastik. Jadi, para pelaku industri yang tidak mampu mengelola sampah plastik bisa menjalin kerja sama mendaur ulang sampah.

"Industri yang tidak mampu mengelola sampah plastik bisa menjalin kerjasama daur ulang sampah plastik. Tentunya kerjasama tersebut berbiaya, hal ini akan menambah pendapatan TPS," pungkasnya. (ron)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow