Awal Tahun Daging Ayam di Lamongan Naik, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

01 Jan 2026 - 10:44
Awal Tahun Daging Ayam di Lamongan Naik, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli
Pedagang Daging Ayam di Pasar Sidoharjo Lamongan (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Memasuki awal tahun 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar tradisional Sidoharjo, Kota Lamongan, terpantau mengalami fluktuasi. Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, daya beli masyarakat justru cenderung menurun yang membuat kondisi pasar terasa lebih sepi dibanding periode sebelumnya.

Kenaikan harga yang cukup signifikan terjadi pada komoditas daging ayam potong. Husnul Kotimah, salah satu pedagang ayam di Pasar Sidoharjo, mengungkapkan bahwa harga ayam potong naik menjadi Rp38.000 per kilogram.

"Sebelumnya kan Rp35.000, sekarang jadi Rp38.000 (per kilogram)," jelas Husnul saat ditemui di lapaknya. Kamis (1/1/2026).

Menurutnya, kenaikan ini dipicu oleh faktor cuaca yang tidak menentu belakangan ini. Namun, kenaikan harga ini tidak dibarengi dengan tingginya permintaan. Sebaliknya, Husnul mengaku volume penjualannya menurun drastis.

"Pasar sepi, semuanya naik. Dulu biasanya bisa jual sampai 3 kuintal sehari, sekarang cuma sekitar 2 kuintal," tambahnya dengan nada lesu.

Berbeda dengan harga ayam, harga bumbu dapur justru terpantau mengalami penurunan yang cukup tajam. Sutri, pedagang bumbu dapur dan sayur, merinci beberapa komoditas yang harganya merosot.

"Bawang merah malah turun, biasanya Rp40.000 sampai Rp50.000, sekarang cuma Rp35.000. Lombok (cabai) juga turun, cabai rawit dari Rp50.000 jadi Rp40.000, cabai besar dari Rp60.000 ke Rp35.000. Tomat juga turun dari Rp15.000 ke Rp10.000 per kilo," papar Sutri.

Hanya bawang putih yang terpantau mengalami kenaikan tipis, dari Rp32.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

Sepinya kondisi pasar saat ini membuat para pedagang mengeluh. Pedagang menduga, selain faktor cuaca hujan yang membuat warga enggan keluar rumah, maraknya tren belanja bahan pokok secara online juga menjadi penyebab utama berkurangnya pengunjung pasar.

"Kondisi pasar ngenes (memprihatinkan), tambah nggak ada orangnya. Mungkin karena cuaca hujan terus, sama sekarang kan ada online-online, jadi orang beli dari rumah saja nggak ke pasar," keluh Sutri.

Para pedagang berharap kondisi ini segera membaik dan harga kebutuhan pokok kembali stabil sehingga daya beli masyarakat di pasar tradisional dapat kembali normal. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow