Angka Gizi Buruk di Bondowoso Tembus 30,2 Persen, Jadi Perhatian Legislator Pusat
Angka gizi buruk (stunting) di Kabupaten Bondowoso masih tergolong tinggi yakni tembus 30,2 Persen.
Bondowoso, (afederasi.com) - Angka gizi buruk (stunting) di Kabupaten Bondowoso masih tergolong tinggi yakni tembus 30,2 Persen.
Catatan itu jauh melebihi angka nasional yang seharusnya maksimal 14 persen.
Tingginya angka Gizi buruk di Bondowoso ini juga menjadi perhatian legislator pusat yaitu Dr. Nirhayatul Wafiroh.
Anggota Komisi IX DPR RI ini menyampaikan hal tersebut saat berkunjung di kampus Akademi Kebidanan (Akbid) Dharma Praja Bondowoso, Jum'at (28/7/2023).
Menurutnya, peran bidan sangat penting untuk menekan laju stunting di Kabupaten Bondowoso.
"Bidan ini sangat penting untuk mengetahui soal stunting sekaligus mengedukasi masyarakat," kata Nirhayatul Wafiroh.
Legislator PKB berharap tenaga kesehatan Akbid Dharma Praja Bondowoso baik di dalam negeri bahkan luar negeri perlu ditingkatkan.
Sebab, tenaga kesehatan Akbid Dharma Praja juga ada yang bertugas di Arab Saudi.
"Permintaan saya agar bahasa dan skill untuk ditingkatkan bagi mahasiswi Akbid," harapnya.
Salah satu yang diminta untuk dipahami adalah periode emas atau Golden Periode yaitu sejak ibu hamil hingga anak berusia 2 tahun harus dalam usia bagus.
"Menerima asupan makanan, gizi, nutrisi dan treatment maksimal," bebernya.
Direktur Akbid Bondowoso, Joko Prananto mengundang Nirhayatul Wafiroh sebab kemitraan legislator pusat itu salah satunya di bidang kesehatan.
"Harapannya agar mahasiswa termotivasi dengan sosok ibu Nihaya dan bisa berkontribusi untuk penurunan stunting sesuai tema kuliah tamu saat ini," sebut Joko. (Den)
What's Your Reaction?



