Anggun Berdaya! Saat Srikandi Pengusaha Lamongan Adu Cantik Lewat Filosofi Kebaya

"Kegiatan ini adalah sarana bagi perempuan Lamongan untuk meningkatkan wawasan dan berperan aktif membangun ekonomi. Kita dituntut menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, dan mandiri, namun tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal," tuturnya.

11 May 2026 - 17:48
Anggun Berdaya! Saat Srikandi Pengusaha Lamongan Adu Cantik Lewat Filosofi Kebaya
Ketua dan Anggota IWAPI Lamongan usai Menggelar Lomba Berkebaya di Pendopo Lokatantra (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) - Anggun Berdaya! Saat Srikandi Pengusaha Lamongan Adu Cantik Lewat Filosofi Kebaya di Hari Kartini) – Aura keanggunan terpancar di Pendopo Lokatantra pada Senin (11/5/2026). Puluhan perempuan yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Cabang Lamongan nampak apik mengenakan kebaya dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 tahun 2026.

Tak sekadar pamer kecantikan busana, ajang Lomba Berkebaya ini menjadi simbol kekuatan ekonomi perempuan di Kabupaten Lamongan.

Ketua DPC IWAPI Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa momentum ini adalah cara perempuan Lamongan untuk terus bersinar di dunia usaha tanpa menanggalkan jati diri budayanya.

"Kegiatan ini adalah sarana bagi perempuan Lamongan untuk meningkatkan wawasan dan berperan aktif membangun ekonomi. Kita dituntut menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, dan mandiri, namun tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal," tuturnya.

Baginya, kebaya yang dikenakan para peserta bukan sekadar pakaian tradisional. Kebaya dipandang sebagai representasi dari karakter perempuan Indonesia yang anggun namun memiliki tekad yang kuat.

"Kebaya itu simbol kelembutan sekaligus kekuatan. Kami ingin IWAPI menjadi wadah yang saling menguatkan dan membuka ruang berkembang bagi perempuan pelaku usaha di Lamongan," tambahnya.

Dalam kemeriahan tersebut, Iin Rusdiawati yang merupakan anggota IWAPI Lamongan berhasil keluar sebagai Juara Pertama. Mengenakan kebaya dengan penuh percaya diri, Iin memaknai kemenangannya sebagai pengingat akan semangat perjuangan RA Kartini di era modern.

"Saya sangat bangga dan bersyukur. Bagi saya, mengenakan kebaya hari ini bukan hanya soal penampilan, tapi bagaimana kita meresapi semangat perjuangan Ibu Kartini. Kebaya mengingatkan kita bahwa di balik kelembutan perempuan, ada kekuatan besar untuk mandiri secara ekonomi," ungkap Iin dengan penuh semangat.

Iin berharap, keberhasilannya meraih juara dapat menginspirasi rekan sesama pengusaha perempuan untuk tidak lelah berkarya.

"Kemenangan ini menjadi pemacu bagi saya untuk terus berkembang. Melalui IWAPI, saya berharap kita semua bisa saling merangkul untuk maju bersama dan memberi dampak bagi masyarakat tanpa melupakan akar budaya kita," pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow