Ancaman Tawon Vespa Mengintai Permukiman, Damkar Gresik Minta Warga Waspada

Semakin besar sarangnya, semakin banyak koloninya. Kalau sampai terganggu, tawon bisa menyerang secara bersamaan. Karena itu jangan menggunakan cara-cara berbahaya seperti membakar atau menyemprot tanpa perlindungan yang memadai," tegasnya.

15 Jun 2026 - 05:27
Ancaman Tawon Vespa Mengintai Permukiman, Damkar Gresik Minta Warga Waspada
Petugas Damkarla Gresik siaga melakukan evakuasi sarang tawon dengan pakaian khusus (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Ancaman tawon vespa di kawasan permukiman kembali menjadi perhatian. Dalam kurun dua hari, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik sedikitnya menangani tiga laporan evakuasi sarang tawon yang ditemukan warga di Kecamatan Menganti, Driyorejo, dan Wringinanom.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, keberadaan sarang tawon di dekat rumah warga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan, terutama anak-anak dan lansia yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Berdasarkan laporan terbaru diterima Pos Damkar Menganti pada Sabtu (13/06/2026) malam. Petugas mengevakuasi sarang tawon yang berada di atas pohon di kawasan Perumahan Puri Safira Regency, Desa Karangturi, Kecamatan Menganti.

Sebelumnya, pada Jumat (12/06/2026), petugas Pos Damkar Driyorejo mengevakuasi sarang tawon yang ditemukan di sela-sela rumpun bambu di Dusun Pasinan Lemah Putih, Kecamatan Wringinanom. Sarang tersebut diketahui pemilik rumah saat berada di belakang rumah.

Masih pada hari yang sama, petugas kembali menerima laporan dari Dusun Mulung, Kecamatan Driyorejo. Kali ini, warga menemukan sarang tawon vespa berukuran besar yang menempel di bagian atap rumah.

Perwira Piket Pos Driyorejo, Rizal S. Nugroho, mengatakan peningkatan laporan sarang tawon biasanya terjadi saat koloni mulai berkembang dan mencari lokasi yang aman untuk bersarang.

"Kami mengimbau warga rutin memeriksa area sekitar rumah, terutama atap bangunan, pohon rindang, gudang, hingga rumpun bambu. Lokasi-lokasi tersebut sering menjadi tempat favorit tawon untuk membuat sarang," katanya.

Menurut Rizal, banyak warga baru menyadari keberadaan sarang tawon ketika ukurannya sudah besar dan jumlah koloninya meningkat. Kondisi itu membuat proses penanganan menjadi lebih berisiko.

"Semakin besar sarangnya, semakin banyak koloninya. Kalau sampai terganggu, tawon bisa menyerang secara bersamaan. Karena itu jangan menggunakan cara-cara berbahaya seperti membakar atau menyemprot tanpa perlindungan yang memadai," tegasnya.

Dalam ketiga kejadian tersebut, petugas berhasil mengevakuasi sarang tawon tanpa kendala. Tidak ada korban luka maupun kerugian material yang dilaporkan.

Kepala Dinas Damkarla Kabupaten Gresik, Suyono mengimbau masyarakat untuk tidak menyepelekan keberadaan sarang tawon, khususnya jenis vespa yang dikenal agresif saat merasa terganggu.

"Kalau menemukan sarang tawon, apalagi ukurannya besar atau berada dekat aktivitas warga, jangan mencoba mengevakuasi sendiri. Risiko disengat secara berkelompok sangat tinggi. Segera laporkan ke Damkar agar ditangani petugas yang memiliki perlengkapan keselamatan," ujarnya.

Suyono menambahkan data Damkarla Gresik menunjukkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, jumlah kejadian penyelamatan (rescue) telah mencapai puluhan kasus.

"Penangganan sarang tawon menjadi salah satu laporan yang paling sering diterima selain evakuasi hewan liar dan penyelamatan nonkebakaran lainnya," pungkas Suyono.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow