Aktivis Lingkungan Desak Tindakan Cepat DPRD Tulungagung Atasi Penggundulan Hutan

04 Jul 2024 - 18:45
Aktivis Lingkungan Desak Tindakan Cepat DPRD Tulungagung Atasi Penggundulan Hutan
Hearing dprd Kabupaten Tulungagung bersama aktivis lingkungan untuk menemukan solusi permasalahan gunung selatan gundul, (rizki /afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) - Sejumlah aktivis lingkungan di Kabupaten Tulungagung mengadakan pertemuan dengan anggota DPRD Tulungagung pada Kamis (4/7/2024). Pertemuan tersebut digelar di ruang aspirasi DPRD Kabupaten Tulungagung untuk membahas kondisi pegunungan di wilayah selatan yang mengalami penggundulan.

Ketua Tim AMERTA, Aktivis Lingkungan Tulungagung, M. Fauzi Setiawan, menjelaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan keprihatinan atas kerusakan alam di wilayah tersebut.

“Kondisi pegunungan di selatan Tulungagung yang gundul sangat memprihatinkan. Setiap musim hujan, wilayah ini selalu mengalami banjir lumpur akibat penggundulan hutan,” ujarnya.

Menurut Fauzi, hasil analisis timnya menunjukkan bahwa penggundulan hutan disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi ladang jagung. Sebelumnya, wilayah ini dipenuhi pohon tegakan yang mampu menahan tanah saat hujan.

Namun, kini pohon-pohon tersebut digantikan oleh tanaman jagung yang tidak efektif menahan tanah, sehingga menyebabkan erosi dan merugikan warga yang tinggal di sekitar pegunungan.

“Kami tidak melarang warga menanam jagung, namun kami berharap agar mereka juga menanam pohon tegakan. Hal ini penting untuk mengembalikan fungsi hutan dan mencegah bencana alam,” tambah Fauzi.

Fauzi juga meminta bantuan dari pemerintah, khususnya legislatif, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam.

“Mengembalikan kondisi alam tidak harus dengan mengurangi lahan jagung, tetapi bisa dengan menanam tanaman tegakan seperti kelengkeng dan semak belukar bersama jagung,” jelasnya.

Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, mengakui bahwa upaya pemulihan hutan di pegunungan selatan Tulungagung belum maksimal. Namun, ia berkomitmen untuk mengatasi masalah ini sebelum masa jabatannya berakhir.

“Kami akan terus berupaya memaksimalkan penanganan dan memberikan edukasi kepada warga agar lebih peduli terhadap lingkungan,” pungkas Marsono.

Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya mengembalikan fungsi hutan di wilayah selatan Tulungagung dan mencegah terjadinya bencana banjir lumpur di masa mendatang.(riz/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow