Sapi Mati Mendadak di Campurdarat Tulungagung Menimbulkan Keresahan
Tulungagung, (afederasi.com) - Warga Campurdarat, Tulungagung, digemparkan dengan banyaknya sapi yang mati secara tiba-tiba di wilayah mereka. Dugaan sementara menyebutkan bahwa hal ini terjadi karena kedatangan sapi dari luar daerah yang membawa potensi penularan penyakit.
Drh. Tutus Sumariyani, Kabid Kesehatan Hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung, menjelaskan bahwa berdasarkan data dari Disnakeswan Tulungagung, terdapat total 80 kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Tulungagung, dengan kebanyakan kasus terjadi di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat.
"Terdapat laporan dari Desa Pelem, Campurdarat, bahwa 24 ekor sapi telah ditangani oleh petugas, namun di beberapa lokasi lainnya terdapat 2 atau 3 ekor sapi yang ditemukan mati," tutur Tutus pada hari Senin.
Tutus juga menyatakan bahwa dugaan awal penyebab kematian sapi adalah karena infeksi virus sapi dari luar Tulungagung. Namun, hasil investigasi menunjukkan bahwa kematian sapi tersebut tidak membawa risiko yang besar, mengingat sapi-sapi yang mati sebelumnya sudah divaksinasi.
"Pihak kami menghimbau masyarakat agar tetap tenang karena risiko penularannya sangat kecil," tambahnya.
Sementara itu, Mujialam, Kepala Desa Pelem, Campurdarat Tulungagung, menyatakan bahwa sebagian besar sapi yang mati mendadak sebelumnya sudah menjalani vaksinasi.
"Total 6 ekor sapi yang mati berada di dusun Sumberejo dan telah dimakamkan setelah kematian," ungkapnya.(riz/dn)
What's Your Reaction?



